Header Ads

ad

Rasa Kehidupan



Manis pahitnya hidup kita yang menentukan. Saat hidup kita terasa pahit dan berada dalam kepahitan, bukan berarti kita tidak pernah merasakan manisnya hidup. Pun sebaliknya, saat kita merasakan manisnya hidup, bukan jaminan bagi kita untuk tidak merasakan pahitnya hidup. Pahitnya kehidupan hanyalah soal rasa yang kita rasakan. Orang lain boleh jadi tidak mencicipi manis-pahitnya hidup kita. Namun kita sendirilah yang akan merasakan dan mencicipi rasa hidup itu seutuhnya.

Pahitnya hidup bisa disebabkan karena kelakuan kita sendiri. Bukankah hidup itu soal tanggungjawab? Sebab apa yang kita lakukan hari ini akan dipertanggungjawabkan kelak dihari akhir? Saat kita merasakan kepahitan dalam hidup, segeralah berintrospeksi. Bisa jadi itu adalah balasan dari perbuatan kita. Dan saat itu terjadi, anggaplah kepahitan tersebut seperti jamu yang pahit namun mengobati. Artinya ambilah hikmah dari apa yang terjadi pada hidup kita, sekalipun itu pahit untuk kita. Karena dengan begitu kita akan menjadi lebih memaknai hidup, mensyukuri hidup, dan belajar dari kesalahan.

Jika rasa hidup kita selalu manis, bisa-bisa kita terkena diabetes. :D Itulah mengapa kepahitan akan selalu menghampiri kita. Mereka ada untuk menyeimbangkan rasa hidup kita. Dan pahit atau manisnya rasa itu tergantung kita yang menentukan. Jika kita bisa mengatur porsinya, bisa jadi pahit tersebut akan terasa manis karena kita telah merasakan manisnya hidup. Begitupun sebaliknya. 

So, jangan hanya memandang kejadian dan nasib hanya dari rasa pahitnya saja. Ubahlah rasa itu menjadi manis. Sebab kitalah yang akan menentukan rasa kehidupan kita. :) 

Setiap orang yang gagal berhak atas masa depannya, dan setiap orang yang sukses pasti punya masa lalu.

No comments