Alhamdulillah. Setelah hampir sebulan penuh kita berpuasa, tibalah kita di hari kemenangan. Di hari yang indah dan fitri itu kita mas...

Mari Menjadi Tangan Diatas



Alhamdulillah. Setelah hampir sebulan penuh kita berpuasa, tibalah kita di hari kemenangan. Di hari yang indah dan fitri itu kita masih bisa diberi nafas dan kesempatan. Disaat saudara-saudara kita berbaring diatas ranjang karena sedang diuji, kita masih bisa berjalan tanpa hambatan. Saat saudara kita sibuk dengan aktivitasnya sehingga tidak mampu berkumpul dengan orangtua dan sanak saudara, kita masih diberikan waktu untuk bersilaturahim. Ketika saudara-saudara kita telah dipanggil Allah, dan kita berziarah ke tempat peristirahatan mereka, kita masih diberi umur untuk berziarah dan mendo'akannya. Begitu banyak nikmat yang harus disyukuri. Syukurilah nikmat yang telah diberikannya, sebelum kita berpulang kepadaNYA. Jadilah pribadi yang selalu bersyukur, jika tidak ingin menjadi pribadi yang kufur dan tersungkur.

Lebaran identik dengan ketupat, opor, kue-kue, dan yang paling ditunggu dan dinanti tentunya THR. Namun disini saya akan sedikit membahas tentang THR saja. Moment lebaran yang paling ditunggu ketika kita masih kecil, masih sekolah atau kuliah dan belum bekerja adalah menanti pemberian THR dari saudara. Entah itu dari paman, bibi, orangtua, dan saudara lainnya. Sepintas tidak ada yang salah dengan pembagian THR tersebut, selama orangtua menjelaskan maksud dari pemberian THR tersebut. Dan yang paling utama, selama orangtua mengajarkan dan menjelaskan akan makna idul fitri setelah kita berpuasa selama sebulan penuh.

Sebab jika orangtua tidak mengedukasi makna idul fitri tersebut, anak-anak (kita) akan berfokus pada pembagian THRnya saja. Tanpa dapat menangkap dan memahami makna idul fitri tersebut. Dan yang lebih parahnya lagi, anak akan menjadi manusia transaksional yang apa-apa yang dilakukannya semata-mata hanya ingin mendapat uang. Membagikan THR tidak salah, selama kita menjelaskan makna idul fitri dan pembagian THR tersebut. Jangan sampai anak-anak hanya diberi THR tanpa dikasih tahu makna dibaliknya. Jika tidak, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang bermental peminta. Bukankah tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah? Tangan diatas bisa diartikan mereka lebih mampu dibanding tangan dibawah.

So, mulai sekarang jika kalian lebaran ini masih mendapat THR, sudahkah berpikir jika tahun depan kalian tidak lagi mendapat THR, tapi sudah bisa dan mampu memberi THR? Jika jawabannya sudah. Berarti satu langkah perubahan sudah ada dalam genggaman kalian.  Mari menjadi tangan diatas. :)

0 komentar: