Untuk berbuat sesuatu, kita butuh inspirasi. Misalnya, ketika kita berbuat baik, kita pasti terinspirasi oleh seseorang yang telah be...

Hati-hati Dengan Idola



Untuk berbuat sesuatu, kita butuh inspirasi. Misalnya, ketika kita berbuat baik, kita pasti terinspirasi oleh seseorang yang telah berbuat baik sebelumnya pada kita atau pada orang lain. Begitupun sebaliknya. Ketika ada orang yang berbuat jahat, seringkali dia terinspirasi oleh orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung yang berbuat jahat kepadanya atau pada orang lain. 

Saat kita menonton tayangan atau acara tv tentang orang pinggiran, hati kita akan tersentuh karena diluar sana masih banyak orang-orang yang kurang beruntung dari kita. Secara tidak langsung, hal tersebut memberikan kita rangsangan dan inspirasi untuk menolong dia ataupun orang lain yang senasib dengannya. Pun begitu ketika seseorang berbuat kriminalitas. Dia mendapat rangsangan dan inspirasi tersebut dari lingkungan sekitarnya hingga tayangan yang pernah ditonton olehnya. 

Sosok yang bisa menginspirasi kita itu adalah idola. Setiap orang pasti pernah mengidolakan orang lain. Entah itu karena kagum, ingin meniru penampilannya, atau bahkan menyamai pencapaiannya. Misalnya, anak remaja sekarang lebih mengidolakan boys band dan girl band korea, hingga penampilan mereka menjadi korean style hanya untuk meniru penampilan idolanya. Apakah hal ini salah? Tentu salah jika yang kita idolakan bukanlah teladan yang baik. Mengapa? Karena idola itu seperti matahari yang memancarkan sinarnya pada planet lain. Bulan akan tampak bercahaya ketika malam hari. Dari cahaya yang terangnya itulah dia terlihat sangat cantik. Tapi apakah bulan memancarkan sinarnya sendiri? Tentu tidak. Yang menyinarinya adalah matahari, sedangkan bulan hanya menerima pantulan sinar matahari. Begitupun dengan idola. Jika diibaratkan idola kita adalah matahari, dan kita adalah bulannya. Apa yang dilakukan idola kita, secara tidak langsung, disadari atau tidak kita akan cenderung meniru idola kita. Baik dari segi penampilan, perbuatan, atau gaya hidupnya. Untuk itu, hati-hatilah dalam mengidolakan orang. Karena kita adalah reflektor dari sinar idola kita. 

Sebatas mengagumi tidaklah salah. Yang salah adalah meniru tindak tanduk yang jelas-jelas salah menurut agama. Sebab sebaik-baiknya idola, hanya Rasulullah SAW yang pantas untuk ditiru. Hati-hati mengidolakan orang lain. Karena seseorang akan bersama dengan orang yang dicintai dan diidolakannya. Artinya kita akan dikumpulkan bersama orang yang kita cintai dan idolakan. Jika kita taat pada Allah dan RasulNya, maka kita akan bersama orang-orang yang dirahmati Allah. Semoga Menginspirasi. :) 

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” 
(QS. Al Ahzab: 21)



0 komentar: