Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Peribahasa tersebut ada benarnya, maksudnya murid cenderung meniru apa yang dilakukan gu...

Guru Itu Digugu dan Ditiru



Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Peribahasa tersebut ada benarnya, maksudnya murid cenderung meniru apa yang dilakukan gurunya. Maka dari itu sudah selayaknya guru memberikan contoh yang baik dan menjadi teladan yang baik bagi murid-muridnya. Apa jadinya jika seorang guru sering galau, miskin motivasi, kasar terhadap muridnya, dan tidak cerdas dalam mendidik muridnya. Karena sejatinya kesuksesan seorang guru dalam mendidik adalah ketika para muridnya bisa menerima dan mengamalkan apa yang telah diajarkan olehnya (guru). 

Menjadi juara memang membanggakan, tetapi menghasilkan juara-juara baru adalah sebuah kebanggaan terbesar. Itulah yang semestinya menjadi acuan seorang guru. Jangan jadikan ego sebagai rasa gengsi dalam mendidik murid. Murid bisa saja lebih pintar dari guru, tetapi pastinya guru jauh memiliki banyak pengalaman dibandingkan murid. Guru pun tidak hanya mengajar dan mendidik anak didiknya, tetapi juga harus mampu mengajar dan mendidik dirinya sendiri. Caranya dengan mengupgrade ilmunya. Intinya baik guru maupun murid harus sama-sama jadi pembelajar. 

Kemarin sore saya mendengar kabar dari ayah saya, ada seorang guru yang berbuat kasar terhadap anak didiknya yang masih duduk di sekolah dasar. Hal tersebut tentunya bisa menjadi track record yang buruk bagi guru tersebut. Seorang anak yang nakal, tidak harus kita kasari. Sebab mereka nakal (khususnya anak-anak) karena mereka memiliki kelebihan energi yang tidak bisa tersalurkan dan mereka melampiaskan energi tersebut dengan cara mengganggu teman-temannya, berbuat usil, dan lain sebagainya. Menurut saya, anak-anak super seperti itu harus diikutsertakan dalam kegiatan ekstra kulikuler yang sesuai dengan hobinya baik didalam sekolah maupun diluar sekolah agar energi mereka tersalurkan.

Anak-anak super tersebut memiliki energi yang banyak sehingga mereka super aktif. Dan hal inilah yang menjadi kelebihan mereka. Kita hanya butuh mengarahkan mereka, bukan membatasi gerak mereka. Orang dewasa yang umurnya diatas 30 tahun, meskipun dia memiliki kepribadian yang baik, softskill yang baik, tetapi dia sudah tidak memiliki semangat dalam menjalani aktivitasnya jauh lebih berbahaya dibanding anak-anak super tadi yang hanya memiliki semangat dan passion dalam dirinya. Kenapa? Karena semangat dan passion itu MAHAL. Ketika kita punya semangat, selama itu pula kita bisa belajar. Tetapi ketika kita sudah kehilangan semangat, meskipun kita jujur, bijaksana, dan berkepribadian baik lainnya akan sulit rasanya untuk bisa belajar karena rasa semangat kita sudah pudar ditelan umur. Benar?

Mari kita menjadi pribadi pembelajar. Stay hungry, stay foolish. Semoga menginspirasi :)

0 komentar: