Header Ads

ad

Bahagia Itu Miliki Kita


Pengorbanan yang orangtua kita lakukan sangatlah besar, hingga kita tidak akan bisa membalas semua pengorbanannya pada kita. Hati orangtua mana yang tega melihat anak-anaknya hidup menderita? Hati orangtua mana yang tidak ingin melihat anak-anaknya hidup bahagia, sekalipun mereka tidak menyaksikannya secara langsung. Mereka (orangtua) selalu memberikan yang terbaik bagi kita hinga mereka rela menukarkan kesenangan-kesenangannya hanya untuk membahagiakan kita. 

Entah sudah berapa banyak harta yang mereka korbankan untuk kita. Belasan hingga puluhan, atau bahkan ratusan juta pun telah mereka gelontorkan pada kita, hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Mulai dari makan, membelikan pakaian, mainan, menyekolahkan kita, dan membelikan sesuatu lain yang kita inginkan. Ketika kita kecil, kita dengan mudah meminta sesuatu pada mereka. Hanya dengan bermodalkan rengekan dan tangisan orangtua kita akan langsung memahami arti keinginan kita.
Namun rupanya kini kita telah dewasa. Bukan lagi anak kecil yang selalu memaksa meminta dengan bermodalkan rengekan dan tangisan. Kita bukan lagi anak kecil yang selalu ingin dipenuhi segala keinginannya. Sekarang sudah saatnya, kitalah yang harus membahagiakan mereka dan memenuhi segala keinginannya selama bukan maksiat. Membahagiakan seseorang yang kita cintai, tidak selalu harus dengan materi. Karena jika kita bisa membahagiakan orang lain dengan materi, tentu sudah banyak para koruptor yang hidupnya tentram dan bahagia bersama keluarganya. Namun nyatanya tidak seperti itu. Menyisihkan waktu untuk melayani dan bersama mereka adalah hal yang tidak bisa kita beli dengan uang. Hal tersebut jauh lebih berharga dan bernilai dari sekedar lembaran rupiah. Dan tentunya dengan hal tersebut kita bisa membahagiakan mereka.

Sudahkah kita membahagiakan mereka? Kapan kita akan membahagiakan mereka dan memberikan segala yang terbaik untuk mereka? Untuk kita bisa kapan-kapan, tapi untuk mereka kapan lagi? Bahagiakalah mereka selagi ada. 

"Ya Allah, jangan dulu Kau panggil kedua orangtua hamba, sebelum hamba bisa membahagiakan dan mewujudkan mimpi mereka. Aamiin"


 

No comments