Header Ads

ad

Anda Pilih Yang Mana?



Hidup seorang anak periang yang sudah tidak memiliki ibu. Dia hidup bersama ayahnya di rumah yang sangat sederhana. Hari demi hari ia lalui dan berbagai ujian hidup sudah ia alami. Sampai suatu hari, ketika ia pulang sekolah, wajah cerianya mulai tampak luntur. Dengan rasa lelah dan letih dia mencoba membagi keluhannya pada ayahnya. "Yah, apakah hidup sesulit ini?". "Aku merasa hidup itu sulit. Setiap persoalan hidup yang teratasi, selalu ada persoalan lain yang datang menghampiri.". "Aku lelah. Aku menyerah dan tak tahu harus berbuat apa lagi". Keluh si anak dengan nada memelas. 

Mendengar pertanyaan anaknya, si ayah hanya tersenyum. Kemudian diajaklah anak tersebut ke dapur rumahnya yang tampak begitu kecil. Si anak merasa bingung dengan maksud si ayah. Kebingungannya semakin bertambah ketika ayahnya memasukan wortel, telur, dan biji kopi secara bersamaan ke dalam masing-masing panci. Lalu, dibiarkanlah ketiga panci itu mendidih hingga tak sedikit pun kata yang keluar dari mulut si ayah.

Setelah selesai, si anak masih terheran-heran dengan apa yang ayahnya lakukan. Kemudian setelah wortel, telur, dan biji kopi tersebut ditiriskan, si ayah tadi meminta anaknya untuk memegang wortel dan telur yang telah direbus tadi. Setelah itu ia meminta anaknya untuk mencium rebusan biji kopi tersebut. Dengan rasa penasaran, si anak bertanya "Apa maksudnya semua ini yah?". Si ayah menjelaskan jika ketiga benda tadi memiliki perlakuan yang sama yakni direbus di air yang mendidih, tetapi ketiga benda tersebut akan menghasilkan bentuk yang berbeda. Wortel yang tadinya keras berubah menjadi lunak. Telur yang tadinya rapuh dan mudah pecah, kini berubah menjadi keras. Sedangkan biji kopi berbeda dengan 2 benda sebelumnya. Ia mengubah air yang tadinya tawar menjadi berwarna, harum, dan enak untuk diminum. 

Setelah memberikan penjelasan tadi, si ayah langsung bertanya kepada anaknya. "Kamu termasuk yang mana, anakku?". Apakah kamu seperti wortel, yang terlihat keras namun menjadi lembek ketika menghadapi penderitaan dan permasalahan hidup? Atau apakah kamu seperti telur, yang terlihat rapuh namun berubah menjadi keras dan membatu setelah mendapat tekanan, ujian, dan cobaan berat kehidupan? Atau bahkan apakah kamu seperti biji kopi, yang mampu mengubah keadaan yang tadinya terasa tidak enak menjadi enak? Nak, apabila kamu seperti biji kopi, maka ketika kamu mendapat masalah berat dan keadaan yang buruk sekalipun, kamu akan tetap merasa baik tanpa mempedulikan keadaan buruk tersebut. 

Terkadang kita sering menyalahkan takdir, nasib, dan hal apapun yang tidak ada relevansinya dengan kita. Padahal suasana hati kitalah yang membuat segalanya menjadi buruk. Anda pilih yang mana? 

No comments