Setiap orang terlahir dalam keadalan lemah, lapar, bodoh dan belum mampu menggunakan akal yang dimilikinya. Saat kita terlahir, kita ...

Setiap Dari Kita Adalah Berlian



Setiap orang terlahir dalam keadalan lemah, lapar, bodoh dan belum mampu menggunakan akal yang dimilikinya. Saat kita terlahir, kita hanya bisa berkomunikiasi lewat ekspresi. Saat lapar datang dan ketidaknyamanan menghampiri, kita menangis untuk bisa mendapatkan ketenangan dari orangtua kita. Dan saat kita merasakan ketenangan, kita terdiam dan terlelap dalam balutan kasih sayang. Itulah kita ketika kita bayi. Ketika kita tidak tahu apa-apa. Tidak tahu tentang facebook, sosial media, nama presiden, beban hidup, dan lain sebagainya. Namun satu hal, saat kita bayi kita hanya bisa merasakan tanpa bisa memikirkan. Kenapa? Karena pada saat itu kita hanya dibekali rasa ketidaktahuan dan keingintahuan. Bisa kita lihat, seorang bayi dengan keaktifannya dia berani menyentuh segala benda disekitarnya tanpa sedikitpun takut apa yang akan terjadi padanya, dan dengan rasa penuh penasarannya dia selalu memperhatikan hal apapun yang membuatnya tertarik.
Setiap orang yang terlahir ke dunia ini adalah mereka-mereka yang istimewa dan mereka-mereka yang spesial. Sejak bayi kita telah diberikan keistimewaan berupa talenta yang bisa saja berbeda dengan bayi-bayi lainnya. Dan yang menjadikan kita spesial adalah karena sejak kita lahir kita memiliki sidik jari yang berbeda denga orang lain. Talenta yang telah dimiliki kita, suatu waktu bisa saja hilang atau bahkan menjadi kilauan hidup kita. Dan yang mengubah talenta teresbut bukanlah orang lain, tetapi diri kita sendiri. Namun ketika kita tumbuh dewasa, talenta yang telah kita miliki sejak bayi pun seakan hilang tak berbekas bahkan ada yang belum mengetahui talenta yang dimilikinya. Tidak jarang dari kita bingung dengan kelebihan yang dimilikinya. Bukan karena dia tidak tahu apa kelebihannya, tetapi bisa saja orangtua kita kurang peka dalam membimbing dan memantau perkembangan kita serta talenta yang kita miliki sejak kecil.

Esensinya kita semua adalah istimewa, spesial, dan yang lebih pentingnya lagi kita semua adalah berlian. Meskipun berlian tersebut masih tertutupi lumpur dan kilauannya masih terkalahkan pekatnya lumpur yang mengepung bongkahan tersebut. Kadang kita lupa dengan kelebihan kita, bahkan melupakan kelebihan yang kita miliki hanya karena kita sering terfokus pada kekurangan yang kita miliki. Bukan hanya itu, yang membuat berlian kita tidak berkilau adalah karena kita terlalu sering membanding-bandingkan kelebihan diri kita dengan kelebihan orang lain yang lebih segalanya dari kita. Ingat! Semua orang telah diberi kelebihan berupa talenta yang berbeda-beda. Cara mengasah dan menggunakannya pun tentunya berbeda dari yang lainnya. Mulai sekarang syukurilah apa yang telah dikaruniakanNYA pada kita. Temukanlah kelebihan berupa talenta yang kita miliki dengan cara bertanya pada orang-orang terdekat kita. Karena jika tidak, hal tersebut sama halnya dengan kita tidak mensyukur karunia yang telah diberikanNYA pada kita. Jika kita telah menemukannya, asah dan tingkatkanlah talenta tersebut. Sebab jika kita mencintai apa yang kita lakukan, kita pun akan melakukan hal yang kita cinta. Jangan hanya kita melakukan ACTION tapi melupakan PASSION. Karena jika itu terjadi, kita akan mudah diserang kebosanan, kejenuhan, dan kemalasan. Sudahkah Anda menemukan talenta Anda? Segera temukan karena perubahan tidak datang dengan sendirinya, tapi kita sendirilah yang harus mengundangnya :)

0 komentar: