Header Ads

ad

Pilihan atau Paksaan



Dalam melakukan sesuatu tentunya kita lebih suka melakukan sesuatu hasil dari pilihan daripada harus melakukan sesuatu karena paksaan. Sebab seseorang melakukan sesuatu karena mereka memiliki motivasi. Dan motivasi itu sendiri terlahir karena adanya kebutuhan. Akhir-akhir ini saya sedang dibuat bingung dengan dunia wirausaha. Bukannya apa-apa hanya saja saya merasa haus dan lapar akan ilmunya. Ilmu yang saya dapatkan sekarang masihlah jauh dan kurang untuk ukuran pemula. Namun diawal ramdhan ini kebingungan itu mulai terobati. Berbagai pertanyaan dan persoalan yang sering saya bawa dan tanya kesana kemari mulai terjawab sedikit demi sedikit. Dari buku yang berjudul "7 Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula" karya Dewa Eka Prayoga telah mampu menjawab pertanyaan yang selama ini bersarang di pikiran ini. Buku ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang masih pemula dalam dunia bisnis.

Faktanya kita sering melakukan sesuatu karena mengikuti hawa nafsu atau emosi sesaat kita. Dan hal yang terjadi jika melakukan itu adalah penyesalan karena ketiadaan ilmu. Dalam melakukan sesuatu, action saja tidak cukup. Jika asal action sama halnya dengan bunuh diri. Action harus diimbangi dengan ilmu. Dan ketika kita memutuskan misalnya menjadi seorang pebisnis, tanyalah pada diri sendiri. Apakah itu pilihan kita atau hanya karena paksaan? Paksaan karena rasa frustasi sulitnya mencari pekerjaan, paksaan karena orangtua kita seorang pengusaha, paksaan karena kita ingin memiliki kebebasan waktu dan uang atau yang lainnya. Hal itu sah saja. Tapi yang lebih utama adalah membangun mindset. Mindset itu seperti ilusi tapi ada dan nyata. Tidak terlihat tapi keberadaannya bisa dirasakan.

Sebagai contoh ada seorang anak muda yang berbisnis keripik dan omzetnya mencapai 10 milyar per bulannya. Sontak hal tersebut membuat kita terkejut seolah tak percaya bukan? Seketika itu juga kita berpikiran ingin menjadi seperti dia. Dan tanpa sadar dia tersulut emosinya untuk bisa sukses seperti pengusaha keripik tersebut. Ketika dia mendatangi seminar motivasi dan kewirausahaan, pulang-pulang dia terprovokasi untuk menjadi pengusaha. Tak peduli belum memiliki cukup ilmu dan perhitungan. Dalam hal ini kita jangan mudah terprovokasi seblum kita memiliki cukup ilmu tentangnya. Sebab kita harus bisa memastikan apakah langkah yang kita ambil itu pilihan ataukah paksaan? Jika paksaan jangan harap bisa bertahan lama.

Boleh jadi pengusaha keripik tersebut sukses karena memiliki mindset yang kuat seperti halnya pondasi dalam sebuah bangungan. Jika kita hanya ikut-ikutan tanpa memiliki mindset yang kuat maka usaha kita hanya akan bertahan dalam hitungan hari. Kita tidak tahu mindset yang dimiliki pengusaha keripik tersebut, yang hanya kita ketahui adalah bidang usaha dan hasil dari usahanya. Ketika kita belum memiliki persiapan dan kesiapan maka saat itu kita mudah goyah. Ingatlah kemenangan akan menghampiri melaka yang paling siap. :)

No comments