Mulai sekarang tentukanlah tujuan utama kita dalam melakukan suatu hal dan bangunlah mindsetnya. Tidak salah jika kita meniru usaha mer...

Pilihan atau Paksaan (2)



Mulai sekarang tentukanlah tujuan utama kita dalam melakukan suatu hal dan bangunlah mindsetnya. Tidak salah jika kita meniru usaha mereka, tapi jika sekedar asal meniru dan ikut-ikutan mau sampai kapan kita bertahan tanpa ilmu dan persiapan? Jika dibandingkan pengalaman yang dimiliki kita pastinya sangatlah kurang dari mereka yang telah sukses. Tidak ada kesuksesan yang bisa diraih secara instan, jika pun ada kesuksesan itu pun tidak akan berlangsung lama. Jika kita hanya berpikir enaknya menjadi pengusaha karena bisa bebas waktu, mendapat gaji bebas, membuka lapangan kerja, dan hal lain yang berguna. Coba bayangkan apakah misi-misi tersebut bisa dijalankan dalam waktu yang singkat?

Jangan pernah kita merendahkan posisi atau kedudukan karyawan. Karna bagaimana pun mereka tetap unggul dibanding kita. Disaat kita terpuruk belum membayar gaji karyawan kita, membayar biaya operasional kita, atau bahkan membayar utang yang kita miliki, seorang karyawan akan mendapat kepastian gaji setiap bulannya. Dan saat kita menjadi pengusaha pun kita pasti butuh jasa karyawan. Tidak ada kedudukan yang lebih mulia antara pengusaha dan karyawan, karena yang dinilai Allah adalah ketaqwaan masing-masing. 

Kita harus bisa membedakan mana gambler mana risk taker. Seorang gambler bertindak asal action tanpa pertimbangan dan perencanaan. Sementara risk taker bertindak dengan pertimbangan dan perencanaan. Hidup harus punya rencana sebab jika tidak, kita akan kebingungan dan tak tahu arah jalan pulang. :) Kalau kata mas @ranggaumara Buatlah rencana hidupmu sendiri atau seumur hidup kamu akan menjadi bagian dari rencana orang lain. Dan kalau kata kek @jamilazzaini hidup itu harus punya proposal. Untuk acara yang hitungan hari saja kita butuh proposal apalgi untuk hidup yang akan memakan waktu tahunan. :)

Mulai sekarang marilah kita menjadi orang cerdas yang tidak hanya menelan mentah-mentah sebuah berita atau pemberitahuan. Kajilah terlebih dahulu apa yang disampaikan orang lain. Jangan lihat siapa pembicaranya tapi simaklah apa yang dibicarakannya. Don't follow the messanger but follow the message. Dengan segala kerendahan hati, mari kita sama-sama belajar untuk membuka pikiran dan wawasan. Kuncinya sama seperti mengosongkan gelas. Jika pikiran kita penuh dan telah menutup untuk belajar maka rasanya akan sulit menerima ilmu baru yang akan kita serap. So, be smart guys :)

0 komentar: