Bekerja adalah aktivitas kita untuk mencari nafkah. Beragam profesi dan posisi semuanya memiliki satu tujuan yaitu mencari nafkah. Na...

Menjadi Pribadi Profesional



Bekerja adalah aktivitas kita untuk mencari nafkah. Beragam profesi dan posisi semuanya memiliki satu tujuan yaitu mencari nafkah. Namun mencari rupiah dalam genggaman nafkah tidaklah cukup jika aktivitas tersebut tidak bernilai ibadah. Karena ketika aktivitas kita bernilai ibadah, maka rupiah dan hidup kita pun akan menjadi berkah. Keberkahan selalu datang saat kita menyertakan Allah dalam setiap aktivitas kita. Apapun profesi kita, selama rezeki yang dihasilkan halal wajib kita syukuri. Karena hal tersebut bukanlah sebuah kebetulan, melainkan pilihan hidup kita yang beriringan dengan ketentuan Allah.

Saat kita menduduki posisi seorang direktur perusahaan misalnya, tentunya hal tersebut bukanlah sebuah kebetulan belaka. Melainkan karena telah menjadi ketetapan Allah dan pilihan dari hidup kita karena kita telah bekerja semaksimal dan seoptimal mungkin sehingga kita pantas dan layak menjabat posisi direktur tersebut. Semuanya karena kepantasan bukan kebetulan semata. Saat kita dinilai pantas oleh Allah dan orang-orang disekitar kita untuk menduduki jabatan tertinggi, maka saat itu pun kita akan mendapatkan posisi tersebut. Tentunya dengan persiapan dan kesiapan. Karena tanpa persiapan dan kesiapan, semuanya akan menjadi pincang.

Menjabat sebagai staf ataupun jajaran eksekutif adalah hal yang harus disyukuri. Karena sukses itu bukan soal posisi, tetapi soal bagaimana kita bisa menjadi inspirasi bagi orang lain dan soal bagaimana kita bisa memberikan banyak manfaat bagi orang lain khususnya orang-orang disekitar kita. Jangan sampai kita menghalalkan segala cara untuk menduduki posisi tertinggi di perusahaan kita. Mulai dari KKN, menjilat atasan, sikut kanan sikut kiri rekan kerja, hingga mencuri ide rekan kerja kita. Atau bahkan kita meminum air sumur yang telah kita ludahi. Karena jika itu terjadi kita telah menjadi orang pengecut, tidak profesional, dan akan menjadi contoh keburukan bagi orang lain.

Orang-orang yang meminum air sumur yang telah diludahi adalah mereka yang tidak layak menjadi teladan. Mereka bekerja hanya untuk mendapatkan imbalan gaji tapi kemampuan dan pengalamannya tidak akan pernah bertambah. Sungguh malu jika kita mendapat gaji dari perusahaan tempat kita bekerja tetapi kita menjelek-jelekan perusahan tersebut terlebih kita belum memberikan prestasi terbaik kita untuk perusahaan tersebut. Janganlah meminum air sumur yang telah kita ludahi. Jadilah orang yang profesional dan tahu diri dengan cara meningkatkan skill kita dan menambah jam terbang kita. Karena semakin bertambah skill dan pengalaman kita, semakin besar bobot kita dan semakin dekat imbalan menghampiri. :)

0 komentar: