Banyak orang menginginkan sukses karena telah melihat contoh konkret dari mereka yang telah dahulu sukses. Namun mereka lupa jika har...

Keyakinan Adalah Kekuatan



Banyak orang menginginkan sukses karena telah melihat contoh konkret dari mereka yang telah dahulu sukses. Namun mereka lupa jika harga kesuksesan itu tidaklah murah. Tidak juga mudah. Dan juga tidak instan seperti apa yang terlihat dari hasil akhir kesuksesan itu sendiri. Mereka-mereka yang sukses pastinya telah melewati berbagai macam ujian, rintangan, hingga tekanan yang begitu banyak. Begitu banyak waktu, tenaga, bahkan biaya yang mereka korbankan untuk menggapai sebuah kesuksesan. Tapi apakah kita tidak pernah melihat kesana? Melihat proses perjuangannya? Ataukah kita hanya melihat hasil akhir dari kesuksesan mereka? Jika kita hanya melihat hasil akhirnya saja berarti kita belum siap untuk sukses. Namun jika kita mampu melihat dan mempelajari proses kesuksesannya, maka kita telah siap untuk sukses. Karena sejatinya sukses itu butuh persiapan dan kesiapan.

Memiliki ilmu dan pengalaman adalah persiapan yang harus kita miliki. Karena bagaimanapun tanpa ilmu dan pengalaman kita tidak akan pernah belajar menjadi lebih baik. Dan memiliki keyakinan bahwa kita itu bisa, layak, dan siap sukses adalah kesiapan yang harus kita persiapkan. Modal utama sukses bukan soal keturunan. Tapi soal keyakinan. Keyakinan karena kita mau sukses. Bukan pula karena kemampuan. Karena yang utama adalah kemauan. Dengan kemauan kita bisa mendapatkan kemampuan. Selama kita yakin pada impian kita.

Keyakinan adalah kekuatan. Jika kita berpikir kita bisa dan pasti sukses, maka kita pun akan sukses. Begitupun sebaliknya. Sebagai contoh. Ada 2 orang office boy namun keduanya berbeda pemikiran. Katakanlah Office Boy A dan B. Office boy A memiliki memikiran yang tidak visioner, dimana dia menerima nasib dari apa yang telah dia dapatkan. Padahal nasib bisa diubah selama diusahakan. Tapi baginya menjadi orang sukses itu mustahil. Lihatlah, keyakinan untuk sukses saja dia tidak punya. Dia sudah puas dengan posisinya sebagai office boy di perusahaan ternama. Tapi dia tidak memiliki keyakinan dan kemauan untuk menjadi pimpinan atau bahkan pemilik perusahaan tersebut. Berbeda dengan office boy B. Dia memiliki pemikiran yang visioner. Dia berprinsip bahwa hari esok harus lebih baik dari sekarang. Karena ciri hidup adalah bertumbuh. Dia tidak memiliki kemauan untuk selamanya menjadi office boy. Dia berharap bisa menjadi pengusaha atau bahkan pemilik perusahaan dimana ia bekerja. Meskipun dia belum memiliki kemampuan, tapi dia memiliki kemauan dan berkeyakinan untuk sukses.

Disini keyakinan adalah pondasi awal untuk membentuk mindset kita. Kita harus meyakini jika kita bisa karena kita telah diberikan talenta oleh Allah yang bahkan setiap orang bisa berbeda. Tugas kita adalah memanfaatkan dan mengoptimalkan talenta tersebut. Jika belum menemukan segeralah temukan dengan cara bertanya pada orang terdekat kita. Karena memanfaatkan talenta yang dimiliki adalah bentuk dari rasa syukur. Dengan bersyukur hidup kita akan terasa komplit. Milikilah keyakinan itu. Sebab sukses itu berbanding lurus dengan keyakiknan kita. :)

2 komentar: