Header Ads

ad

Kaya Soleh Sukses Mulia



Tidak ada kesuksesan yang bisa diraih secara instan, jika pun ada kesuksesan itu hanya akan bertahan singkat. Sesuatu yang didapat dengan mudah dan singkat, akan lenyap dalam waktu yang singkat juga. Berbicara sukses, tidak ada kesuksesan tanpa pengorbanan. No pain no gain. Karena jika kita mendapatkan sesuatu, kita pasti kehilangan yang lain. Setiap pilihan pasti ada pengorbanan. Jika kita nanti mendapatkan kesuksesan kita pasti kehilangan yang lain karena telah mengambil pilihan tepat yang kita pilih. Ketika kita sukses kita bisa saja kehilangan apa yang kita inginkan seperti kehilangan waktu bermain, menunda kesenangan, ataupun kehilangan kesempatan yang lain. Tapi itulah sebuah pilihan. Bisa saja kita memiliki waktu bermain banyak banyak, mendapatkan kesenangan-kesenangan dan kesempatan lain tapi kita tidak bisa menjamin akan mendapatkan kesuksesan kelak. Life is choice. So choose the best. :)

Motivasi dibalik kesuksesan seseorang bisa saja karena materi. Tapi materi bukan jaminan kita bisa mendapatkan kesuksesan yang permanen. Sukses secara materi hanya akan bertahan dalam waktu singkat. Kenapa? Karena kita tidak benar-benar menginginkan uang. Tetapi kita membutuhkan dan menginginkan apa yang ada dibalik uang tersebut. Jika kita sudah memiliki uang segudang, apakah lantas uang itu didiamkan saja dan ditimbun begitu saja? Tentu tidak kan? Uang tersebut akan dibelanjakan untuk kebutuhan bahkan kepuasan kita. Seperti untuk membeli mobil mewah, rumah megah, membeli apartemen, dan segala kemewahan lain. Nah, yang kita butuhkan itu adalah apa yang ada dibalik uang tersebut. Bukan semata-mata karena uangnya. Sama halnya jika kita ingin menghajikan orangtua kita, ingin berkurban, ingin membangun rumah tahfidz, dan kegiatan amal lainnya.

Kita memang butuh uang tapi jangan sampai menuhankan uang. Uang hanyalah alat tukar pembayaran. Tidak lebih dari itu! Jika kita memiliki keinginan untuk pergi haji, tetapi tidak percaya diri karena uang yang dimiliki tidak cukup maka sama saja kita percaya pada uang tersebut. Bukan percaya pada Allah. Yakinlah, Allah yang menyuruh kita beribadah haji maka DIA juga yang akan bertanggungjawab dan menjamin kita. Banyak contoh orang yang tidak mampu secara materi tapi dia bisa pergi haji atau berkurban, sementara mereka yang kaya raya tidak sempat bahkan tidak memiliki niatan untuk pergi haji dan berkurban. Jelas, dalam kasus ini uang bukan menjadi prioritas. Tetapi keyakinan niat dan kemauanlah yang menjadi pondasi awalnya. Keyakinan karena Allah tidak akan menguji hambaNYA diluar batas kemampuannya.

Uang tidak akan bisa membeli kemauan, tetapi dengan kemauan kita bisa mendapatkan kemampuan bahkan uang. Seseorang yang dihargai karena materi biasanya penghargaannya tidak akan bertahan lama. Sebab materi bisa saja diambil Allah kapan saja kapan pun DIA mau. So, jadilah kita pribadi yang kaya soleh sukses mulia. Jika kita menjadi kaya jadilah orang kaya yang soleh mau berbagi dengan sesama. Dan jika kita sukses nanti, sukseslah dengan cara-cara mulia. Karena orang yang merugi adalah mereka yang hanya mendapat rupiah tapi hidupnya tidak bernilai ibadah. :)


No comments