Dalam setiap apa yang kita lakukan, kita pasti butuh dan menginginkan apresiasi. Apresiasi disini bisa dalam bentuk imbalan berupa ga...

Jadikan Diri Kita Bernilai

Dalam setiap apa yang kita lakukan, kita pasti butuh dan menginginkan apresiasi. Apresiasi disini bisa dalam bentuk imbalan berupa gaji, tepuk tangan, atau penghargaan lain. Ketika kita bekerja kita butuh apresiasi baik itu dalam bentuk gaji, promosi jabatan, pujian dari atasan, atau yang lainnya. Bagi yang masih sekolah atau kuliah, tentunya apresiasinya adalah mendapat nilai bagus, lulus cumlaude, menjadi juara kelas, mendapat beasiswa, dan lain sebagainya. Jika apa yang telah kita lakukan tidak mendapat apresiasi, maka passion yang ada pada diri kita pun dengan sendirinya akan hilang ditelan kejenuhan. Namun untuk mendapatkan sesuatu kita harus menukarkan sesuatu. Saat kita ingin mendapatkan niai tertinggi misalnya, kita harus menukarkan waktu dan tenaga kita untuk belajar lebih rajin dari biasanya. Atau saat kita menginginkan jabatan tertinggi di perusahaan misalnya, tentu kita harus menukarkan waktu, tenaga, bahkan biaya untuk bisa mendapatkan jabatan tersebut.

Berbicara soal apresiasi, kita pasti menginginkan apresiasi dalam bentuk imbalan berupa gaji atau bayaran. Ya, hal itu wajar namun jangan jadikan hal itu menjadi dasar utama patokan kita dalam beraktivitas. Karena sayang jika kita hanya mendapat rupiah, tapi hidup kita tidak mengandung dan mengundang ibadah. Jika kita hanya fokus pada uang (gaji) kita akan lupa pada hal yang lebih penting yaitu meningkatkan skill dan value kita. Namun sebaliknya, jika kita fokus mengasah skill dan meningkatkan value kita, maka apresiasi berupa imbalan pun akan mendekat dengan sendirinya. Skill adalah kemampuan yang kita miliki sedangkan value adalah nilai-nilai kepribadian yang kita miliki. Semakin terasah skill kita, semakin tinggi value kita, semakin mendekat apresiasi yang datang.

Jangan jadikan uang menjadi patokan dasar kita dalam beraktivitas. Kita bukan hamba uang. Saat kita sibuk mengejar uang, maka kita akan melupakan skill dan value yang dimiliki. Tetapi sebaliknya jika kita sibuk mengasah skill dan menaikan value, maka apresiasi pun akan datang mendekati kita. Sebagai contoh, jika kita ingin menjadi CEO diperusahaan ternama, kita pasti butuh skill leadership, manajerial, komunikasi, dan lain sebagainya. Tidak mungkin kita menjadi CEO ternama jika tidak memiliki skill dan pengalaman. Untuk meningkatkan valuenya, jadikanlah aktivitas kita bernilai ibadah. Karena dengan begitu kita akan selalu ingat ALlah pada apa yang kita lakukan. Jika hidup kita bernilai ibadah maka, kejujuran, kemudahan, keberkahan akan menghampiri kita tanpa harus kita KKN. Jika keduanya (skill dan value) telah kita miliki, maka saat itu pun kita telah pantas menjadi CEO ternama. Dan apresiasi dalam bentuk gaji, jabatan, fasilitas, dan tunjangan lain pun akan kita dapatkan. Mulai sekarang fokuslah pada kelebihan yang kita miliki. Asah skill kita dan tingkatkan value kita. Asah skill kita dengan memperkaya dan memperdalam ilmu. Dan tingkatkan value kita dengan mendekatkan diri pada Allah dan selalu menjadikan setiap aktivitas kita bernilai ibadah. :)

0 komentar: