Tak seperti hari sebelumnya dimana sore terasa cerah dan bergairah untuk beraktivitas. Sinar senja tampak merona saat itu. Tiupan ang...

10 Juli 2013



Tak seperti hari sebelumnya dimana sore terasa cerah dan bergairah untuk beraktivitas. Sinar senja tampak merona saat itu. Tiupan angin seakan mengajakku bermain mengikuti kemana ia pergi. Tampaknya 10 Juli 2013 berbeda dengan sore sebelumnya. Hujan turun disore itu. Menyeka debu yang beetebaran kesana kemari. Bukan hanya kesejukan yang ia bawa tetapi ribuan rintik semangat ia bawa untuk menyambut ramadhan. Ya. Sore itu adalah hari terakhir kami harus makan sepuasnya di siang hari. Sebab besok, kita sudah dihadapkan pada bulan suci ramadhan. Tidak terasa sudah setahun kita lewati bersamanya. Sungguh kita sangat beruntung masih bisa diberi kesempatan dan menghirup udara bebas di moment spesial ini.

Seperti biasa, malam pertama di awal ramadhan biasa melaksanakan shalat taraweh. Dan bisa ditebak, di kampung saya hampir setiap mingu awal ramadhan mesjid penuh sesak oleh banyaknya makmum yang berdatangan. Tak mampu menampung jumlahnya, para makmum yang tidak bisa masuk pun rela shalat di teras mesjid hingga pekarangan mesjid. Sungguh moment yang spesial. Dimana banyak orang berkumpul, yang tadinya tak saling kenal, tak saling sapa, tak saling temu, kini bersatu dan berkumpul dalam satu tempat. Andai ramadhan datang setiap bulan, pastinya akan terasa indah. Namun itulah waktu yang telah ditentukan, yang datangnya hanya sekali dalam setahun. Namun kedatangannya sangat dinantikan dan kepergiannya sangat dirindukan. Sesuatu yang sangat berharga atau spesial, tentunya kedatangannya sangat dinanti oleh kita dan kepergiannya pasti akan selalu kita rindukan.

Dibulan yang suci dan penuh berkah ini, marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Ubah marah kita menjadi ramah agar energi positif kita semakin bertambah dan tumbuh berkembang. Bukan waktunya lagi kita sibuk menilai orang lain, membicarakan keburukan orang lain, bergunjing, bergosip ria, hura-hura, dan sibuk melakukan yang menjauhkan kita dari ibadah. Karena sayang jika segala aktivitas kita tidak bernilai ibadah, sekalipun itu berbalas rupiah. Sekarang waktunya sibuk melakukan kebaikan atas dasar kebenaran untuk meraih ridho Allah. Untuk itu dengan segala kerendahan hati mari kita sama-sama melakukan kebaikan itu mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan kita. Selamat berpuasa, semoga kita diberikan kelancaran dalam menjalankannya serta mendapat ridho dariNYA. :)

0 komentar: