Yang pertama kali dirasakan manusia saat lahir ke dunia ini adalah lapar. Rasa lapar lahir tidak dengan sendirinya, melainkan itu ada...

Lakukan Yang Terbaik, Jika Ingin Jadi Yang Terbaik



Yang pertama kali dirasakan manusia saat lahir ke dunia ini adalah lapar. Rasa lapar lahir tidak dengan sendirinya, melainkan itu adalah naluri kita sebagai manusia. Dimana naluri tersebut jika tidak terlakukan maka akan mengganggu kesetabilan hidupnya. Bukan hanya lapar akan makanan, saat kita terlahir ke dunia ini. Tetapi, lebih dari itu kita pun merasakan lapar akan pengetahuan. Kita terlahir memiliki rasa ketidaktahuan dan keingintahuan akan suatu hal. Bisa dibilang kita lahir dalam keadaan bodoh. Namun pastikan itu hanya sementara. Sebab kita sebagai makhluk hidup memiliki ciri yang paling utama bisa dilihat, yaitu tumbuh dan berkembang. Apa jadinya jika kita tidak bisa tumbuh dan berkembang dalam hal pengetahuan? Apakah kita akan selamanya menyandang predikat bodoh?

Bodoh itu sendiri adalah modal awal kita untuk menjadi pintar. Kita terlahir diwajibkan untuk belajar, bahkan sampai kita meninggal. Namun dalam melakukan hal, termasuk menuntut ilmu, jangan lakukan yang baik-baik saja. Tetapi lakukanlah yang terbaik. Karena apapun yang kita lakukan, hasilnya pasti akan kita rasakan baik secara langsung maupun tidak. Sedikit saya akan ilustrasikan dalam cerita tentang melakukan hal yang terbaik.

Di sebuah kota berkembang hidup seorang pria paruh baya. Dia bekerja sebagai kuli bangunan di kta tersebut. Setelah bekerja lebih dari 30 tahun, dia memutuskan untuk pensiun karena dirasa tabungannya telah cukup untuk dana pensiunnya dan dia merasa jenuh dan mulai lelah kerja sebagai kuli bangunan tersebut. Singkat cerita bosnya terkejut dengan keputusannya tersebut. Tanpa bisa melarang bosnya mengijinkannya walaupun dirasa kinerja pria tersebut sangat baik. Namun si bos meminta pria tersebut untuk membangun satu buah rumah lagi. Dan si pria itu pun mengiyakan walau dengan rasa jenuh dan tidak memiliki passion lagi. Hal itu berdampak pada pengerjaan rumah tersebut. Pria tersebut membangun rumah tersebut tidak dengan kinerja terbaiknya. Hilangnya passion, pengerjaan yang tidak profesional karena dia sudah memandang masa pensiun membuatnya bekerja tidak sebagaimana mestinya. Bahanbahan bangunan yang dipilih pun tidak berkualitas. Setelah pengerjaan rumah selesai, bos-nya pun segera mendatanginya. Tanpa banyak bicara si bos langsung memberikan kunci rumah tersebut pada pria itu. Dan si bos hanya berkata "ini kunci rumah untukmu". "Semoga hidupmu jauh lebih baik" lanjutnya. Betapa terkejut dan menyesalnya pria tersebut karena dia membangun rumah itu dengan asal-asalan tidak dengan kinerja terbaiknya. 

Seringkali kita temui penyesalan selalu datang diakhir. Mengapa? Karena kalau diawal namanya pendaftaran. Hehe. Dari cerita tersebut kita bisa menyimpulkan, lakukanlah segala sesuatunya dengan cara yang terbaik, jika kita ingin menjadi yang terbaik. Karena hasilnya akan kita rasakan sendiri. Apapun yang kita lakukan, dampaknya adalah bagi kita sendiri kemudian bagi orang lain. Jangan lakukan yang baikbaik saja, tetapi lakukanlah yang terbaik. :)

0 komentar: