Header Ads

ad

Kalah Bukan Pecundang



Dalam hidup pasti selalu terdapat kompetisi. Dan di dalam kompetisi, akan lahir mereka-mereka yang menang dan yang kalah. Hidup itu seperti perang. Harus siap menang dan terima kalah. Jika kita tidak mampu beradaptasi dengan kompetisi tersebut, cepat atau lambat kita akan terkalahkan dan tertinggal.Salah satu cara agar kita bisa beradaptasi dengan kompetisi adalah dengan membiasakan diri kita untuk berkompetisi. Upgradelah skill kita sesuai passion kita. Jadilah ahli dalam satu bidang atau dalam kata lain jadilah sepsialis. Jangan hanya mau menjadi generalis. Karena hanya mereka-mereka yang spesial yang akan dikenal dunia.

Menang dan kalah adalah takdir, yang tidak bisa kita kendalikan namun bisa kita usahakan. Kuasa manusia amat sangat terbatas. Dan mereka tidak mampu menentukan hasil akhir. Yang mereka bisa hanyalah merencanakan dan mngusahakan apa yang dilakukannya untuk mendapatkan hasil akhir. Kita yang berencana, Allah yang menentukan. Menang bisa jadi buah dari kerja keras, begitupun dengan kalah. 

Namun kekalahan bukanlah aib dan mereka yang kalah bukanlah PECUNDANG. Karena aib dan PECUNDANG yang sesungguhnya ketika kita kalah, disaat itu pula kita tidak mau berbenah. Disaat kita kalah namun kita tidak mau belajar dari kekalahan tersebut, tidak mau bertanya kenapa kita kalah dan hal apa yang bisa menghindarkan kita dari kekalahan, saat itu juga kita pantas disebut pecundang. Jadi sudah jelas kan, orang yang kalah tidak selalu pecundang, tetapi seorang pecundang sudah pasti mereka yang kalah. :) Hari ini kita boleh jadi kalah, tetapi dari kekalahan tersebut kita bisa belajar untuk menemukan cara menjadi pemenang. :)

No comments