Tidak ada suatu kebaikan lahir tanpa sebab. Setiap apapun yang kita lakukan pasti memiliki motif-motif tersendiri. Hal tersebut lahir...

Semua Bisa Jadi Pahlawan



Tidak ada suatu kebaikan lahir tanpa sebab. Setiap apapun yang kita lakukan pasti memiliki motif-motif tersendiri. Hal tersebut lahir karena kita memiliki motivasi dalam melakukan hal yang kita perbuat, dan motivasi itu sendiri terlahir karena kita memiliki kebutuhan. Kebutuhan setiap individu tentunya berbeda dengan yang lainnya. Terlepas itu semua, ketika kita melakukan kebaikan pun pasti dilakukan bukan tanpa sebab. Saat kita melakukan kebaikan, sebab utamanya bisa saja karena ibadah dan mencari keridhoanNYA atau pun karena ingin mendapat penilaian baik dari orang lain.

Jika hidup kita dan segala apapun yang kita lakukan hanya untuk mencari penilaian orang lain, maka sungguh sangat merugi dan melelahkan. Bukanya apa-apa, tetapi mana mungkin kita bisa mendapatkan penilaian sempurna dari manusia yang seringkali berbuat khilaf ataupun salah. Berbuat baik hanya karena ingin mendapat penilaian orang dan hanya karena dilihat oleh orang lian itu sungguh melelahkan. Bagaimana tidak, apa yang kita lakukan pun tidak akan optimal dan maksimal. Sebab ketika tidak ada orang yang menilai kita hanya berbuat sekedarnya saja tanpa melakukan yang terbaik.  Tetapi ketika ada mereka yang melihat dan mengawasi segala macam rasa malas mampu mereka lawan untuk meraih penghargaan dari orang lain. Sungguh sangat merugi dan melelahkan. Mudah-mudahan kita tidak termasuk orang-orang merugi tadi.

Berbicara soal pahlawan, pahlawan bukanlah seperti sosok power rangers, kesatria baja hitam ataupun baja putih, naruto, atau tokoh-tokoh fiktif lainnya. Pahlawan bukanlah mereka yang selalu menumpas kejahatan dan mempunyai kekuatan dahsat. Pahlawan sejati adalah mereka yang mau mengorbankan apa yang dimilikinya baik itu harta, tenaga, dan pikiran (ilmu) untuk memberikan manfaat yang bisa dirasakan oleh orang-orang disekitarnya. Sosok pahlwan sendiri akan dirasakan keberadaannya karena telah memberi manfaat bagi lingkungannya sekalipun dia telah tiada, nama baik dan jasa-jasanya pasti akan selalu dikenang. Seperti peribahasa harimau mati meninggalkan belang, maka jika manusia mati meninggalkan nama. Nama bukan sekedar nama, melainkan ada jasa-jasa yang telah mereka lakukan tulus tanpa pamrih atas dasar ibadah dan menggapai ridho Allah.

Siapa pun bisa jadi pahlawan. Mau anak kecil, orang dewasa, petani, pebisnis, direktur, tukang bubur yang sudah naik haji 3 kali, tukang makroni, ataupun yang lainnya. Selama apa yang mereka lakukan bisa mendatangkan manfaat bagi lingkungan disektitarnya. Dan perlu kita ketahui, gelar pahlawan bukanlah didapat dari pengakuan diri sendiri. Melainkan didapat dari pengakuan orang-orang disekliling kita yang merasakan manfaat keberadaan kita disekitar mereka. Ingatlah, sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa memberikan manfaat bagi sesamanya.  Jangan mengaku jiwa kesatria jika apa yang kita lakukan seringkali meminta imbalan. Jangan mengaku jadi pahlawan, jika gelar yang disandang berasal dari pengakuan pribadi :)

0 komentar: