Seberapa penting multitasking? Perlukah kita multitasking? Menurut saya, saya tidak setuju dengan kebijakan jika seseorang atau seoran...

Seberapa Penting Multitasking?


Seberapa penting multitasking? Perlukah kita multitasking?

Menurut saya, saya tidak setuju dengan kebijakan jika seseorang atau seorang pekerja diwajibkan untuk multitasking. Dulu ketika saya belum benar-benar mengerti arti sebuah kesuksesan, saya mendukung multitasking. Tapi setelah saya tersadar, ternyata multitasking tidak akan mengasah skill dan bahkan sulit untuk mengeksplorasi kemampuan diri. Bisa kita lihat, mayoritas dari mereka yang sukses adalah mereka yang bukan atau tidak multitasking. Mereka-mereka yang sukses, umumnya hanya menguasai satu bidang yang benar-benar dikuasainya. Dan mereka selalu melatih satu kelebihannya tersebut. Kunci suksesnya adalah fokus pada kelebihan yang dimilikinya. Selama kita fokus pada kelebihan kita dan kita mau mengasah kelebihan tersebut, maka kelemahan yang kita miliki akan otomatis tertutupi oleh kelebihan tersebut.

Orang-orang yang sukses itu umumnya mereka tahu banyak tentang hal kecil (spesialis). Bukan generalis, atau tahu sedikit tentang banyak hal. Dan ketika kita telah mampu menjadi seorang spesialis, maka secara otomatis uang akan bergerak mengikuti Anda. Ya, uang akan selalu mengikuti mereka yang berskill dan spesialis. Kita lihat Christiano Ronaldo, dia spesialis di sepakbola. Apakah seluruh waktunya dihabiskan untuk berlatih sepakbola. Ya. Apakah dia tidak pernah melakukan olahraga lain? Mungkin iya. Mungkin saja dia bisa basket, berenang, golf, dan lain-lain. Tetapi itu semua semata-mata untuk hiburan. Karena yang difokuskannya adalah sepakbola maka skill yang harus diasah pun harus sesuai dengan passionnya. Sekarang dengan hasil latihannya, klub mana yang akan menolak jasanya? Saya rasa dengan prestasi dan skill yang dimiliki hasil memfokuskan diri pada kelebihannya akan terbayar mahal. Wajar jika banyak klub yang meminati jasanya. Wajar pula jika bayaran atau gaji yang diterimanya paling tinggi atau bahkan paling mahal diantar pemain-pemain lainnya.

Hal tersebut adalah contoh kecil dari kisah sukses mereka-mereka yang menjadi spesialis dibidangnya. Ingatlah, serahkan segalal sesuatunya pada ahlinya. Jika tidak, tunggulah kehancurannya. So, masih mau menjadi generalis? Atau sudah siap untuk menjadi spesialis?  Pilihannya ada ditangan Anda.

0 komentar: