Pulau gila? Apa tidak salah dengan judul postingan kali ini? Tidak. Lalu apa maksudnya menulis dg judul tersebut? Tidak ada maksud a...

Pulau Gila




Pulau gila? Apa tidak salah dengan judul postingan kali ini? Tidak. Lalu apa maksudnya menulis dg
judul tersebut? Tidak ada maksud apa-apa, hanya mengeluarkan opini saja. Lah, kalau begitu kenapa berani menulis judul tersebut? Daripada kita sibuk berdebat, lebih baik luangkan waktunya untuk membaca postingan ini sampai tuntas tas tas tas. :)

Sebenarnya judul postingan kali ini bukanlah maksud untuk menyudutkan pihak-pihak tertentu. Namun lebih didasari oleh opini saya pribadi. Jika saya bertanya pada Anda, apakah hukum di negeri kita sudah benar-benar benar? Sudahkah hukum tersebut membuat rasa aman bagi rakyatnya? Bisakah hukum di negeri kita membuat jera para pelakunya? Sudah adilkah hukum di negeri kita? Jika jawabannya sudah benar, lalu kenapa ada yang meneriakan kebenaran tapi tidak dibenarkan? Jika jawabannya sudah memberi rasa aman, lalu kenapa disetiap pemberitaan hampir setiap hari menyuguhkan tayangan kriminalitas? Jika bisa membuat jera, lalu kenapa banyak dari pelaku-pelaku kejahatan yang selalu mengulangi perbuatan maksiatnya? Dan jika memang benar-benar dirasa adil, lalu kenapa seorang pemuda yang mencuri tiga butir kelapa dihukum dengan mudah, sedangkan mereka yg berdasi namun mencuri uang rakyat tidak jua mendapat hukuman? Jangan biarkan hal ini berlalu begitu saja tanpa adanya perubahan. Jelas sudah sistem pemerintahan kita sudah cacat dan hal tersebut terlihat dari kepincangannya dalam berbagai sektor.

Bisa kita lihat, para korutor berpakai rapi dan formal dengan kepintarannya mereka membodohi dan membohongi rakyatnya. Dengan santai dia melempar senyum, seolah tidak memiliki beban dan tanggungjawab dalam memegang amanah. Liburan ke luar negeri mereka nikmati, bahkan mereka yang sedang dalam proses hukumanpun bisa dengan enjoy pelesiran. Sangat menggelikan sekaligus memilukan. Betapa besar masalah dan dosa yang mereka tanggung, tetapi betapa ringan dan lemahnya kekuatan hukum. Jika kita diberi pertanyaan, hukuman apakah yang pantas diterima untuk seorang koruptor? Hukuman kurungan puluhan tahun? Dimiskinkan? Hukuman kurungan seumur hidup? Atau hukuman mati? Atau mungkin hukuman.............................
Bisa jadi mereka lolos dari hukuman dunia karena pandangan manusia bisa saja luput, tapi untuk hukuman akhirat, Allah Maha Mengetahui perbuatan hambaNya.

Anda boleh saja berpendapat seorang koruptor harusnya dihukum seberat-beratnya. Tapi faktanya masih banyak dari mereka yang adem ayem, tenang-tenang saja tanpa merasa takut dan jera pada hukuman yang dijatuhkan kepadanya. Orang-orang seperti itulah mereka yang berilmu namun tidak berakhlak. Kepintarannya digunakan untuk mengelabuhi orang lain hanya demi mengejar kepentingan dirinya dan golongannya. Namun jika boleh saya berpendapat, saya ingin para koruptor itu diasingkan. Maksudnya? Ya, mereka diasingkan dari satu tempat ke tempat lain yang sulit terjangkau. Simpelnya begini, kita sediakan suatu pulau seperti nusakambangan, dimana yang jadi penghuninya adalah mereka-mereka para pelaku koruptor. Sampai disana sudah cukup? Belum. Di pulau tersebut tidak hanya diisi oleh para koruptor, melainkan diisi juga oleh mereka-mereka yang mengalami gangguan kejiwaan (gila). Menurut Anda bagaimana ide saya? :D Gila memang, namanya juga ide yah harus gila. Makanya saya namakan pulau gila. Untuk urusan birokrasi di pulau tersebut, biarkan mereka-mereka para penghuninya saja yang mengurusnya. Bisa Anda bayangkan jika para koruptor dan mereka berkumpul, hal apakah yang akan terjadi? Sudahlah jangan terlalu dipikirkan. Hal tersebut muncul karena kekesalan saya terhadap lemahnya hukum di negeri ini. Sejatinya hukum harus bisa melindungi dan memberikan rasa aman pada rakyat serta membuat para pelakunya jera. Memang hal ini masih berupa ide. Tetapi tidak ada larangannya kan untuk menghasilkan ide? Boleh jadi hari ini masih sebatas ide, siapa tahu diwaktu berikutnya bisa menjadi kenyataan. Hehehe. Yang jelas kita jangan ikut-ikutan apalagi sampai pindah rumah ke pulau sana nanti. :D

2 komentar:

  1. itulah kenapa rakyat Indonesia disebut" sbg negara yang sopan santun ramah tamah sampai" koruptor sang perampas uang rakyat d kasih senyuman bukannya hukuman ..,,, lanjutkan crazy island
    (seer teuing karunya )
    !!!!!

    BalasHapus
  2. @Anonim

    Bahkan untuk memborgolnya saja mesti pakai sopan santun dulu. :D hehe Thanks komentarnya

    BalasHapus