Dalam hidup, kita pasti akan menemui berbagai ujian yang silih berganti. Tidak peduli kita itu siapa. Mau seorang profesional, seoran...

Kuat Tak Selamanya Kokoh



Dalam hidup, kita pasti akan menemui berbagai ujian yang silih berganti. Tidak peduli kita itu siapa. Mau seorang profesional, seorang amatiran, seorang presiden, atau seorang tukang parkir sekalipun. Semuanya akan mendapatkan ujian setiap harinya. Semakin kita mampu mengatasi ujian tersebut, semakin kita kuat dalam menjalani hidup. Pada saat kita lulus dalam satu ujian, maka seketika itu juga ujian berikutnya telah siap menanti kita. Ujian di kehidupan pun ada tingkatannya, sama seperti ketika kita ujian di sekolahan. Jika kita mampu mengatasinya dan lulus pada ujian tersebut, maka kita berhak naik kelas. Dan saat kita naik kelas, maka ujian yang kita terima akan berbeda dengan ujian sebelumnya. Jika di sekolah kita belajar dulu kemudian diuji, dikehidupan sebaliknya kita diuji dulu baru kemudian belajar.

Seperti ujian disekolah, jika kita naik kelas dari kelas 1 ke kelas 2, maka mata pelajaran yang akan diujikan di kelas 2 tentunya berbeda dengan yang diujikan saat di kelas 1. Begitupun ujian kehidupan. Setiap yang hidup pasti akan diuji, jika tidak diuji maka kita tidak akan dihidupkan. Ujian dibuat agar kita mau terus belajar, mengambil hikmah dari ujian tersebut, menjadikan kita kuat, dan menyadarkan kita bahwa kita itu lemah. 

Pohon besar yang telrihat kuat dan kokoh pun akan roboh diterpa badai. Tapi rumput kecil yang seringkali kita injak hanya akan bergoyang saat diterpa badai. Kita harus belajar pada rumput tersebut. Sesering apapun dia diinjak, dia akan terus tumbuh. Sekuat apapun kita, pasti ada yang lebih kuat dari kita. Siapa lagi kalau bukan pencipta kita. Seburuk apapun yang kita dapatkan balaslah dengan kebaikan. Sekeras apapun cacian yang kita terima, balaslah dengan lisan yang bijak. Hidup itu simpel hanya saja pikiran kita sendiri yang membuatnya menjadi rumit. Jangan menganggap remeh pada hal yang seringkali kita lihat tidak berguna. Padahal seringkali apa yang kita lihat dan sangkakan itu lebih banyak salahnya ketimbang benarnya. Sekuat-kuatnya kita, kita hanyalah makhluk Allah yang tidak ada kekuatannya tanpa izin dariNya.

0 komentar: