Header Ads

ad

I am Possible



Say I am possible not impossible.
Sejenak kita berpikir, saat kita kecil segala impian ataupun angan-angan kita semuanya terasa mungkin terjadi. Saat semuanya mungkin terjadi, kita tidak sedikit pun takut hal itu tidak terjadi. Tanpa sedikit pun kita merasa malu jika impian kita ditertawakan orang. Saat kecil, kita memiliki imajinasi yang luas seperti cita-cita yang kita miliki. Jika saya bertanya pada Anda apakah cita-cita Anda saat kecil? Tentu beragam. Dulu saat saya SD, teman saya memiliki cita-cita menjadi robot, power ranger, astronot, dan hal lain yang kita anggap diluar akal sehat kita. Tentu cita-cita dari mereka sebagian menjadi bahan tertawaan teman-temannya. Tapi itulah anak-anak. Imajinasi mereka begitu luas, karena mereka belum memiliki tanggung jawab hidup. Saat kita kecil, menjadi seorang astronot, pilot, dokter, superman, batman, dan lain sebagainya adalah hal lumrah. Mereka memiliki cita-cita tersebut bukanlah karena kebetulan belaka. Melainkan mereka memiliki tokoh teladan yang bisa dijadikan mereka contoh untuk bisa seperti apa yang dilakukan teladannya. Ya, anak-anak cenderung melakukan hal dari apa yang mereka lihat. Mereka selalu mencontoh apa yang dilakukan orang
lain.

Tetapi disaat kita dewasa, satu per satu cita-cita tersebut mulai berguguran. Saat kita mulai mengenal logika dan tanggung jawab hidup. Yang semula memiliki cita-cita menjadi superhero kini harus memupus cita-citanya tersebut. Yang semula dengan gagah berani untuk  memanjat pohon tanpa takut terjatuh, kini setelah dewasa mulai berpikir ulang sebelum  melakukan hal yang akan dilakukannya. Hal-hal penuh pertimbangan tersebutlah yang bisa membunuh kretifitas dan ide gila kita. Kita tahu orang dewasa penuh pertimbangan karena mereka tidak ingin setiap kegagalannya terjadi berulang-ulang. Saat kita memiliki ide untuk berbisnis, selalu ada suara-suara sumbang yang menyuarakan bahwa itu adalah resiko besar. Saat kita memiliki rencana untuk menikah, tanpa diinginkan muncul suara-suara sumbang yang berkata "itu bukanlah waktu yang tepat", "kamu belum terlalu siap" dan suara-suara sumbang lainnya. Dari semua yang terjadi munculah kekhawatiran dan keraguan tentang impian kita.Kekhawatiran hadir karena kurangnya persiapan. 

Setiap orang yang berhasil pasti memiliki mimpi. Dan mereka bisa berhasil karena mereka action lebih awal dari kita. Pada dasarnya semua impian itu pasti terwujud. Kenapa? Karena  tidak ada yang namanya kegagalan. Yang ada kitalah yang tidak bisa mengatasi kegagalan tersebut. Ketika kita memiliki mimpi, maka wujudkanlah terlebih jika mimpi kita terwujud akan memberi banyak manfaat bagi orang-orang diseliling kita. Selama kita yakin dengan impian kita, maka  impian tersebut pun akan yakin mendatangi kita. Say "I am Possible". Tidak ada kata terlambat.

Mulai sekarang lakukanlah dari hal kecil untuk mewujudkan mimpi besar kita. Now or never!

2 comments:

  1. Everything is possible, but no action is nothing -- jadi inget kalimat itu yang pernah dipajang di kelas pas SMA, hehe.

    ReplyDelete
  2. Eh ada vienna. :D Iya Motivasi tidak akan bereaksi tanpa aksi. :)

    ReplyDelete