Berhati-hatilah jika kita bertanya pada orang lain, jika tidak kita sendiri yang akan merasakan kerugiannya. Memiliki teman baru mema...

Bertanya Dengan Hati



Berhati-hatilah jika kita bertanya pada orang lain, jika tidak kita sendiri yang akan merasakan kerugiannya. Memiliki teman baru memang menyenangkan. Tetapi jangan terlalu SKSD (sok kenal sok dekat) dengan orang yang baru kita kenal. Terlebih kita belum mengetahui sifat dan karakter dari lawan bicara kita. Perbanyak mendengar itu jeuh lebih baik daripada SKSD yang bisa menimbulkan kesalahpahaman dalam pesan yang disampaikan. Hemat dalam bicara, banyak mendengarkan, adalah lebih baik saat kita belum mengetahui isi dari pembicaraan. SKSD memang memiliki keuntngan tersendiri, salah satunya kita bisa menjadi mudah kenal dan dikenal. Tetapi diluar itu kerugiannya pun dirasakan banyak. Mulai dari ketidaksungkanan lawan bicara kita untuk berbicara dengan kita, terluka hati dan perasaannya karena sikap maupun bicara kita, lawan bicara akan merasa risih ketika berjumpa atau berbicara dengan kita, dan lain sebagainya.

Saat kita berbicara dengan orang yang baru kita kenal, usahakan kita jangan membicarakan terlebih dahulu masalah internnya seperti keluarga, jumlah anak, gaji yang didapat, hingga nomor celana dalam yang dikenakan. Bayangkan jika kita bertemu dengan lawan bicara baru kemudian kita ditanya berapa besaran gaji yang kita dapatkan, tentunya kita merasa risih bukan? Belum kenal tapi sudah tanya-tanya gaji. Kecuali kalau dia adalah manajer HRD. Bayangkan lagi jika ada orang yang baru kita kenal tetapi sudah bertanya soal jumlah anak yang kita miliki. Padahal disisi lain rumah tangga yang kita bangun sudah 5 tahun tetapi belum dikarunia putra atau putri karena memang beleum kehendakNYA. Tentunya kita terasa terpukul bukan? Atau jika ada teman kita yang telah menikah, dan pernikahannya sudah memasuki umur ke 3 bulan. Tiba-tiba kita bertanya tentang kabar kehamilan istrinya. Hal tersebut saya rasa sangat sensitif untuk dibicarakan meskipun teman sendiri. Sah-sah saja untuk membicarakan kabar mengenai keluarga. Namun jangan sampai kita berprasangka orang yang sudah 3 bulan menikah tetapi belum juga menandakan tanda-tanda kehamilan kita judge dia mandul, tidak bisa menjadi pasangan yang baik, ataupun judge yang menjurus kepada sindiran yang membuat mereka terluka perasaanya. Saya sangat tidak suka hal yang demikian, sekalipun itu candaan dari teman-teman. Hal tersebut tidaklah layak untuk dijadikan bahan candaan. Ingat Anda sudah dewasa, bukan ababil lagi. Dan Anda bukan Tuhan, yang bisa dan harus menjudge mereka dengan statement yang Anda buat. Mereka belum memiliki keturunan itu rahasia Allah. Hanya Allah yang tahu pesan tersirat dibalik semua itu.

So, sebelum bertanya rasakanlah dan posisikanlah diri kita diposisi mereka yang akan kita tanyai. Jangan sampai ucapan kita menyakiti lawan bicara kita. Karena jika sudah begitu, do'a orang teraniaya itu di dengar Allah. Terlebih jika dia tidak bisa memaafkan kesalahan kita, karena hal tersebut bisa jadi penghambat pintu rezeki kita. Bertanyalah dengan hati. Jangan hanya ingin kenal dan memiliki banyak teman, kita menjadi lupa aturan dan tata krama dalam bergaul. Smartlah guys.

0 komentar: