Header Ads

ad

Pastikan Itu Harta, Bukan Derita





Harta. Seringkali menjadi penilaian dan tolak ukur status sosial seseorang pada orang lain. Bukan rahasia umum lagi harta telah menjadi gambaran status sosial dimasyarakat. Tidak sedikit dari mereka yang menggilainya. Terlebih ada sekelompok dari mereka yang tidak tahan tanpa harta, adapula yang tidak tahan dengan harta (banyak). Mereka yang tidak tahan tanpa harta adalah mereka yang sering melupakan rasa syukur. Dan mereka yang tidak tahan dengan harta adalah mereka yang lemah imannya sehingga dengan mudah tergoda untuk melakukan segala hal lewat uangnya. Harus kita ketahui, hidup itu butuh persiapan dan kesiapan. Sebab segala hal yang tidak adanya persiapan dan kesiapan akan berakhir dengan ketidakselarasan. Memiliki harta yang banyak bukanlah larangan dan tidak ada salahnya. Sebab harta sesungguhnya berada diposisi netral, tergantung ditangan siapa harta itu berada. Jika berada ditangan penjahat, maka harta tersebut akan berubah menjadi haram. Dan jika berada ditangan para dermawan, maka harta tersebut akan menjadi halal dan berkah. Namun jangan sampai kita menuhankan harta dan menggadaikan iman kita demi mendapatkannya. Ingat! Jika kita ingin mendapatkan rezeki (harta), dekatilah Yang Maha Pemberi Rezeki.  Diantara kita yang kufur menginginkan harta berlimpah namun nyatanya malah menjauh dari Allah Maha Pemberi Rezeki.
Bicara soal persiapan dan kesiapan tadi, kita pun harus melakukannya sebelum kita menjemput rezeki (harta) kita. Sering kita dengar bahkan saksikan di berbagai media tentang pemberitaan yang membuat kita menahan nafas. Ada anak membunuh ayah kandungnya hanya karena warisan. Terjadinya perang saudara hanya karena pembagian harta warisan yang tidak sesuai, dan banyak lagi pemberitaan serupa. Inilah fenomena di negeri ini. Fakta yang terberitakan dan berita yang menjadi cerita. Iman yang lemah membuat akal menjadi dangkal, dan nafsu mengambil alih logika hingga tanpa sadar telah membuat luka. Kaya dan miskin adalah ujian. Saat kita kaya harusnya kita mampu bersyukur dengan apa yang kita peroleh. Dan saat kita miskinpun kita halus tetap bersyukur dengan apa yang telah kita miliki. Sebab jika kita sudah miskin, sombong, kufur lagi bagaimana mungkin Allah akan menambah rezekinya. Manusia saja malas melihat orang yang demikian, sudah miskin, sombong, kufur lagi. Begitupun saat kita kaya. Harus mampu mensyukuri apa yang diperoleh, sebab jika kita lepas dari rasa syukur dengan mudah Allah membalikan keadaan. BagiNYA tiada yang tidak mungkin. Bagi saya orang sukses adalah mereka yang selalu bersyukur disaat mendapat kemudahan dan tetap bersyukur disaat mendapat kesusahan. Sebelum kita menjadi orang kaya harta, pastikan kita telah memiliki mental yang kaya. Persiapkan diri kita sebelum kaya, agar harta yang kita dapatkan tidak menjadi derita. Mulai detik ini syukurilah apa yang kita miliki. Dan beruntunglah karena Anda adalah bagian dari orang-orang yang senantiasa bersyukur.  “Ya Allah, jadikanlah kami merasa puas dari apa yang telah Engkau karuniakan kepada kami”.
Dengan mempersiapkan dan memantaskan diri sebelum mendapat rezeki, maka disaat kita diberikan ujian kaya kita tidak akan lepas dari rasa syukur. Berbeda ketika kita tidak berusaha mempersiapkan dan memantaskan diri sebelum kaya. Yang ada bukannya kaya, menjadi kaya saja sudah terlihat tidak pantas karena belum memantaskan diri. Bagaimanapun sepandai-pandainya kita menimbun harta, akhirnya akan habis juga. :D Ya, karena uang akan terus mengalami inflasi. Uang Rp 200.000.000 saat ini mungkin 10-20 tahun ke depan tidak akann ada harganya lagi. Ingatlah, harta kita bukan mutlak milik kita pribadi. Tetapi juga miliki mereka para fakir miskin, anak yatim, dan kaum dhuafa. Perlu diingat juga kalau harta yang kita miliki semata-mata itu titipian, bukan sekedar pemberian.

No comments