Header Ads

ad

KENAPA AKU BEGINI?




Manusia pada dasarnya memiliki sifat tidak ingin puas, karena memang mereka lekat dengan hawa nafsu. Selama mereka mengikuti hawa nafsu tersebut, selamanya mereka akan diperbudak olehnya hingga menyandang gelar serakah. Rasa tidak puas itu sendiri tidak lahir dengan sendirinya, melainkan terlahir karena tidak adanya rasa syukur. Rasa syukur itu sendiri bukan berarti kita mengata-ngatai “SYUKURin” kepada teman atau rival kita yang sedang terjungkal. Hehe. Melainkan berterimakasih kepada DIA Sang Maha Pemilik kehidupan karena telah memberikan nikmat dan karunia yang tidak terhingga kepada kita. Rasa syukur itu sendiri bisa dilakukan dengan beribadah.
Saya pernah mendapat pertanyaan dari sahabat saya tentang bagaimana cara menumbuhkan pikiran positif dan rasa percaya diri.  Kontan saya jawab pertanyaan mereka, untuk menumbuhkan pikiran positif dan rasa percaya diri harus dimulai dari kebiasaan baik yang dilakukan sejak dini. Kebanyakan dari mereka menjawab susah dan lelah untuk berpikir positif dan membangun rasa percaya diri. Memang sulit dan lelah jika kita tidak sungguh-sungguh. Namun sulit kan bukan berarti tidak bisa. Lelahnya memang hanya sementara, tetapi setelahnya akan membuat ketentraman batin seterusnya. Disamping itu modal awalnya adalah rasa syukur dan terus bersyukur meski dalam kondisi apappun. Karena dengan bersyukur kita akan mendapatkan kebahagiaan hidup yang mungkin belum pernah kita rasakan sebelumnya. Untuk membangun kepercayaan diri pun dibutuhkan rasa syukur. Jangan hanya melihat hasil kesuksesan orang lain tanpa melihat prosesnya. Jangan membanding-bandingkan dengan mereka yang telah sukses jika kita tidak mampu bersyukur. Sebab jika itu terjadi kita akan dijejali rasa minder. Kurangnya rasa percaya diri bisa diakibatkan karena kurangnya bersyukur, selalu membanding-bandingkan diri kita dengan mereka yang lebih beruntung dibanding kita, dan bisa juga karena kurangnya apresiasi dari lingkungan sekitar kita pada apa yang kita lakukan. Ingatlah! Minder adalah awal dari kemunduran.
Jika kita merasa malu untuk mencari ilmu pada mereka yang berilmu dan malu berkawan pada mereka yang berilmu, maka selamanya kita tidak akan pernah berkembang. Percayalah, semua professional pun berawal dari amatir. Semua orang sukses pun pasti pernah gagal. Begitupun dengan orang pintar, yang dulunya pernah bodoh. Jangan hanya melihat kelebihan orang lain, tapi lihat dan asahlah kelebihan diri sendiri. Setiap orang pasti punya kelemahan, dan jadikan kelemahan itu menjadi modal untuk mengasah kelebihan kita. Bodoh adalah modal kita untuk menjadi pintar jika kita mau belajar. Gagal adalah modal awal kita menuju sukses, jika kita tekun dan gigih. Dan miskin adalah modal kita untuk menjadi kaya jika kita mau berusaha. Kelemahan yang kita miliki adalah pelengkap untuk kita agar kita mampu melengkapi hidup orang lain. Sejatinya hidup itu seperti mengayuh sepeda. Sepeda yang kita tunggangi harus terus dikayuh agar kita tidak jatuh. Dan seperti itulah hidup, tiada hari tanpa ujian. Jika kita tidak ingin tertinggal maka harus terus belajar seperti laju sepeda yang harus terus dikayuh. Krisis kepercayaan diri yang kita alami bisa diakibatkan karena kita belum menemukan kelebihan yang ada pada diri kita. Hal itu disebabkan karena kita terlalu fokus melihat kelebihan orang lain hingga kita melupakan kelebihan bahkan diri sendiri. Ketahuilah, orang-orang yang sukses selalu fokus pada kelebihannya. Karena baginya dengan mengasah kelebihannya, secara otomatis kelemahannya akan terpangkas dan tertutupi.
Mulai sekarang, sudahkah Anda memiliki kelebihan Anda? Apa kelebihan Anda? Jika belum, pelajari dan carilah kelebihan Anda. Anda juga bisa tanyakan kepada orang-orang terdekat Anda tentang kelebihan yang Anda miliki. Jika sudah menemukannya, asahlah dan fokuslah pada kelebihan tersebut. 

No comments