Header Ads

ad

Tak Perlu Bersikap Netral


Kita mungkin pernah atau bahkan sering melihat dan mengamati orang lain saat memutuskan penilaian pada suatu hal, mereka cenderung bersikap netral. Terlebih saat menjadi penengah dalam persoalan atau bahkan penengah dalam penilaian. Mereka bersikap netral bisa jadi untuk sekedar cari aman, bersikap defensif, atau untuk mengakhiri percakapan. Atau mungkin mereka memiliki dalih tersendiri yang tidak bisa kita tebak. Ada beberapa faktor yang saya temukan tentang alasan seseorang melakukan sikap netral. 
  1. Mereka tidak tahu tentang persoalan yang sebenarnya terjadi
  2. Mereka berada dibawah tekanan dan ancaman pihak lain
  3. Mereka tidak mau terjun lebih dalam dalam persoalan
Namun, terlepas dari itu semua kita lebih baik tidak bersikap netral. Kenapa? Karena bersikap netral cenderung pada keragu-raguan. Dalam membela atau menilai sesuatu, janganlah kita bersikap netral. Jika kita dipilih untuk menilai, tilailah yang benar. Dan jika kita dipilih untuk membela orang lain, belalah yang benar. Jika kita belum tahu persoalannya lebih jelas, cari tahulah persoalan tersebut dengan jelas. Jangan sampai kita dicap orang yang tidak bisa bersikap tegas dan tidak berani pada pilihan. Jangan menjadi pengekor sebelum kita berpikir dan mengkaji apa yang kita ikuti. Boleh jadi tanpa disadarai dan diketahui, kita telah menjadi pengekor yang salah karena kita tidak mau atau bahkan tidak bisa berpikir dan mengkaji apa yang sedang kita ikuti dan di komunitas apakah kita bergabung. :) Berpikir itu bijak, dan bijak itu hasil berpikir.

No comments