Header Ads

ad

Tajam Ke Bawah, Tumpul Ke Atas (Hukum di Negeri Ini)

Apakah hukum di negeri ini sudah dirasa adil? Jika ya, apakah hukuman tersebut bisa menjamin pelakunya menjadi jera? Jika tidak, untuk apa gunanya hukum?

Sekilas tidak mudah untuk mengubah hukum tersebut. Namun tidak bisa dipungkiri kita pun tidak bisa menyalahkan hukum tersebut. Sebab kedudukan hukum ada pada posisi netral. Hanya saja dia berada di tempat (orang-orang) yang salah juga bodoh. Dibutuhkan paradigma dan persepektif masing-masing individu (menyeluruh) untuk bisa mengubah tatanan negeri ini. Dan yang pasti dimulai dari sistem negeri ini sendiri. Sudah banyak kasus hukum yang kita lihat terasa tidak adil tersiarkan diberbagai media. Sebagian dari kita mungkin merasa kesal ataupun geram melihat realita tersebut. Namun ya, inilah realita dalam cerita fakta yang terberitakan.

Hukum di negeri ini sudah seperti mata pisau. Tumpul ke atas, dan tajam hanya ke bawah. Mereka-mereka yang tidak kebal hukum dengan mudahnya diseret dan diproses hukum tanpa ada aturan jelas dan pasti. Dan mereka-mereka yang kebal hukum dengan santainya dapat menghindari persidangan, menyuap, bebas hukum, dan jalan-jalan meski status mereka sebagai tersangka, yang seharusnya menginap di hotel prodeo namun dengan mudahnya mereka bisa pelesiran dan menginap di hotel bintang tujuh. :D

Seorang pemuda di bayuwangi hanya mencuri 3 butir kelapa seharga 6000 terancam hukuman 4 tahun penjara. Seorang ibu yang membonceng anaknya sepulang dari sekolah, kemudian anaknya meninggal tergilas truk, dunyatakan tersangka karena kelalaian dan langsung diproses hukum. Namun apakah hal ini terjadi kepada mereka-mereka yang kebal hukum? Jika kita samakan, mencuri 3 butir kelapa dan korupsi miliaran rupiah, apakah keduanya layak disamakan hukumannya? Sama-sama mendapatkan hukuman 4 tahun penjara? Bukan berarti pejabat atau anak pejabat bisa bertindak sesuka hati dan lepas dari jerat hukum. Hukum yang benar seharusnya bisa membuat para pelakunya jera, menghapus dosa-dosanya, dan tentunya tidak pandang bulu.  Sudah seharusnya hukum ditegakan dan dijalankan dengan tegas.

Rasulullah SAW bersabda, “Wahai manusia sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kamu adalah, apabila seorang bangsawan mencuri, mereka biarkan. Akan tetapi apabila seorang yang lemah mencuri, mereka jalankan hukuman kepadanya. Demi Dzat yang Muhammad berada dalam genggaman-Nya. Kalau seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri. Niscaya aku akan memotong tangannya.” 
Semangat pagi.


No comments