Header Ads

ad

Uang Yang Terbuang Dari Yang Tersayang


Uang, uang, uang dan uang. Seakan telah menjadi mindset kita bahkan lebih dari sekedar mindset. Hidup bukan hanya tertuju pada uang, dan hidup kita bukanlah berorientasi pada uang. Uang hanyalah transportasi kita untuk membahagiakan orang lain. Tidak ada yang salah dengan keberadaannya. Yang salah adalah ketika dia (uang) berada ditangan orang-orang yang salah, yang tidak bisa mempergunakan dan mempertanggungjawabkannya. Sungguh merana hidup mereka yang telah diperbudak uang bahkan menuhankan uang. Mata hati mereka bisa saja terbutakan uang. Apapun akan mereka kerjakan asal menguntungkan dan menghasilkan uang, tak peduli halal & haram. Hanya demi uang mereka rela mengorbankan kehormatan bahkan keimanannya.

Sejenak kita beralih dari persoalan diatas. Pernahkah Anda hitung berapa rupiah yang telah orangtua anda keluarkan demi memenuhi kebutuhan anda? Sesering apapun anda hitung pastinya anda tidak akan bisa membayarnya. Kecintaan orangtua kepada anaknya memang tidak bisa dihitung. Dari mulai kita lahir hingga menginjak bangku kuliah, apapun mereka berikan untuk kita. Suatu hal yang harus kita syukuri disaat kita masih bisa dicukupi kebutuhan kita oleh mereka. Karena diluar sana masih ada teman-teman kita yang kurang beruntung baik secara materi maupun non materi. Disaat kita masih bisa bersekolah, mereka hanya bisa menaruh harapan tanpa bisa mengenyamnya. Disaat kita kekenyangan, mereka masih kelaparan. Dan disaat kita memiliki keluarga untuk berbagi, mereka mungkin sedang memimpikan dan merindukan sosok keluarga. Namu, apakah kita sudah berpikir apa yang telah kita lakukan selama disekolah sudah memuaskan impian orangtua?

Saat orangtua sibuk banting tulang untuk membayar uang sekolah atau kuliah kita, dimanakah kita? Sibuk belajar? Atau lebih banyak bolos hanya untuk melampiaskan kesenangan? Darimanakah orangtua bisa mencukupi kebutuhan pendidikan kita? Sementara kebutuhan mereka itu tidak hanya untuk kita. Pantaskah uang yang mereka berikan untuk kebutuhan pendidikan kita, kita gunakan untuk mendapatkan kesenangan kita? Pantaskah uang bekal dari mereka kita gunakan untuk membeli rokok, untuk pacaran, untuk merusak motor/mobil yang mereka berikan, atau hal lain yang tidak bermanfaat. Sementara kita masih belum bisa mendapatkan penghasilan sendiri. Sungguh terlalu dan bisa dibilang durhaka jika kita seperti itu. Bagi yang pernah merasakan, mudah-mudahan bisa menjadi pelajaran terakhir dan bagi yang belum pernah saya salut pada kalian. Janganlah kita membuang-buang uang dari mereka yang tersayang (orangtua) yang menyayangi kita. Jika mereka sudah memberikan yang maksimal untuk kita, sudah sepantasnya kita pun membalas jasa-jasanya dengan lebih.

Bagi yang malas sekolah atau kuliah, cobalah hitung berapa uang jajan kalian sehari? Sebanyak itulah rupiah yang kalian buang ketika kalian bolos. Bagi yang masih kuliah, segera selesaikan tugas akhir kalian, jika kalian tidak ingin terus menerus membebani orangtua kalian. Tidakkah kasihan jika orangtua anda susah payah mencari uang, lalu kita membuangnya tanpa mendapatkan manfaat sedikit pun?



1 comment:

  1. nasehat yang sangat bijak.. jadi ingat orang tua hiks... kasian mereka..
    thank's atas pengingatnya ya.

    ReplyDelete