Kekuatan akan tumbuh dari rasa keberanian untuk melawan ketakutan. Karena ketakutan tersebutlah yang akan membuat kita menjadi lemah. L...

Tegas Itu Jelas!


Kekuatan akan tumbuh dari rasa keberanian untuk melawan ketakutan. Karena ketakutan tersebutlah yang akan membuat kita menjadi lemah. Lawanlah rasa takut selama rasa takut itu tidak mengandung dosa. Begitupun dengan sikap tegas. Seseorang akan memiliki sikap tegas saat dia memiliki kepercayaan diri dan keberanian melawan rasa takut. Tegas tidak harus berkata dan bersikap kasar ataupun mengekspresikan diri dengan kemarahan seperti angry bird. :D Pada dasaranya kita harus memiliki sikap tegas, karena kita adalah pemimpin bagi diri kita. Apa jadinya jika seorang pemimpin tidak memiliki sikap tegas dalam memutuskan dan bertindak? Tentunya akan menimbulkan ketidakjelasan komando pada bawahannya.

Tegas itu berkaitan dengan tanggung jawab, jelas, dan konsisten. Dan apakah pemimpin-pemimpin di negeri ini sudah cukup tegas? atau masih plin-plan? Seperti yang kita tahu, hukum di negeri kita hanya berlaku untuk mereka yang lemah. Bagi mereka yang kuat (secara harta dan tahta) mungkin akan kebal dengan hukuman seberat apapun. Hal tersebut terjadi karena tidak adanya ketegasan hukum. Sebab di negara kita masih menganut budaya "ketidak tegaan". Memang bagus, namun seringkali disalah tempatkan posisinya. Saat negeri ini butuh pemimpin yang berkualifikasi dan berkualitas, munculah pemimpin-pemimpin abal-abal yang tidak berkompeten. Mereka bisa muncul karena ketidak tegaan sanak keluarga mereka yang masih menduduki jabatan krusial. Mereka menganggap hal itu sebagai balas budi darinya untuk mereka atau golongannya. Dan ujung-ujungnya kolusi pun menjamur. 


Begitupun jika pemimpin perusahaan yang tidak memiliki sikap yang tegas. Mereka akan sungkan memecat karyawannya yang tidak berkompeten, tidak ber-attitude, malas, lambat, tidak jujur, dan tidak bisa diandalkan. Padahal sudah jelas karyawan busuk tersebut akan merusak citra perusahaan dan merugikan perusahaan. Ujung-ujungnya perusahaan akan terperosok ke dalam jurang dan akhirnya akan berdampak pada mereka (karyawan-karyawan lain) yang tidak bersalah. So. Selektiflah dalam memilih. Baik itu memilih atasan (pemimpin) maupun bawahan. Jika ragu-ragu dalam memilih, lebih baik tidak perlu dipilih. Dan milikilah sikap yang tegas dari mulai kita memilih dan dipilih sampai terpilih. Semangat pagi.

0 komentar: