Header Ads

ad

Menikah Untuk Berkah


Siapa yang tidak ingin menikah? Jawabannya tentu hampir semuanya menginginkan. Sebab manusia diciptakan saling berpasang-pasangan. Namun jika pertanyaannya diganti menjadi, siapa yang belum menikah? Nah, ini baru bervariatif jawabannya. :D Dan siapa yang pacarannya sudah lama dari zaman HP monochrome hingga Blackberry, namun belum & tidak dilamar-lamar? Jawabannya biar Anda sendiri yang menentukan. Banyak yang beranggapan menikah sekarang itu mahal. Padahal yang mahal itu kan biaya pesta resepsinya. :D

Jika kita memahami makna dan tujuan dari menikah, kita tidak perlu dipusingkan dengan hal tersebut. Tujuan dari pernikahan tersebut adalah:
  1. Untuk memenuhi tuntutan naluri manusia yang asasi
  2. Untuk membentengi akhlak yang luhur dan menundukkan pandangan
  3. Untuk menegakkan rumah tangga yg islami
  4. Untuk meningkatkan ibadah kepada Allah
  5. Untuk memperoleh keturunan yang soleh/soleha
Saat menjelang hari pernikahan, tentu kita akan disibukkan dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan acara yang sakral ini, mulai dari mempersiapkan gedung, catering, tenda, kartu undangan, dsb. Hal tersebut memang penting tetapi jauh lebih penting untuk mempersiapkan:
  1. Rumah tangga yang bagaimana dan seperti apa yang akan dibangun nanti?
  2. Apakah diri kita telah sanggup membangung rumah tangga yang nyaman?
  3. Apakah kita (bagi imam) akan mampu membimbing keluarga kita untuk taat kepada Allah disaat kita masih belum taat seutuhnya kepadaNya?
  4. Apakah kita bisa menjaga pandangan disaat kita telah berkeluarga nanti?
Membuat resepsi yang mewah namun hasil menghutang demi gengsi hidup hanya akan menyengsarakan kita. Disaat pernikahan adalah gerbang utama dan langkah awal dalam menuju keluarga baru, kita telah dibebani dengan utang dan gengsi hidup. Ingat! Kita hanya akan menjadi raja dan ratu sehari. Jadi tak perlu bermewah-mewahan. Kalau keuangan kita lebih dari cukup ya gak masalah. Tapi jika pas-pasan lebih sederhana saja, daripada ngutang sana ngutang sini. Jangan jadikan harta sebagai patokan kemapanan. Sebab Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: seburuk-buruknya makanan adalah makanan dari walimah, dimana yang di undang, hanya orang-orang kaya, tanpa mengundang orang-orang miskin.

Pernikahan memang hal yang sakral dan diatur dengan detail dan kompleks dalam islam. Karenanya hal ini bukan untuk main-main. Jangan jadikan gengsi hidup yang tinggi sebagai standar hidup kita. Karena kita hidup bukan untuk hari ini. Tetapi untuk hari esok dan seterusnya. Semangat malam.


No comments