Header Ads

ad

Kaburnya Figur Seorang Pemimpin


Pesatnya perkembangan teknologi saat ini tidak diimbangi dengan pesatnya kesejahteraan rakyat di negeri ini. Nampak jelas terlihat mana si kaya dan mana si miskin. Terlihat jelas jurang pemisah diantara keduanya. Pendidikan yang harusnya menjadi hak semua anak bangsa, kini hanya segelintir saja yang bisa merasakan duduk dibangku sekolah. Begitupun dengan fasilitas kesehatan. Carut marut di bidang kepemimpinan kini terlihat jelas. Tanggung jawab, kewajiban, dan amanah yang diberikan dari rakyat kini mulai dipertanyakan. Saat ini kita tidak hanya mengalami krisis ekonomi saja, namun kita pun mengalami krisis figur seorang pemimpin.

Seorang pemimpin harusnya diakui dan ditunjuk karena memiliki kualitas. Bukan mengakui dan mengagumkan dirinya untuk dipilih. Figur seorang pemimpin kini mulai diragukan namun dirindukan. Diragukan karena sudah banyak contoh pemimpin gagal yang telah merusak kepercayaan rakyat dan mencontohkan hal yang tidak semestinya dilakukan seorang pemimpin. Dirindukan, karena kita rindu pemimpin yang seperti Rasulullah. Pemimpin yang cerdas dan mampu mengayomi rakyat banyak. 

Dapat kita lihat, banyaknya kasus korupsi yang tiap hari makin terberitakan diberbagai media seakan menandakan kacaunya sistem di negeri ini. Hukuman yang tidak membuat pelakunya jera, jelas salah satu sebabnya. Apakah para koruptor-koruptor tersebut layak untuk menjadi pemimpin? Mau jadi apa negeri ini jika pemimpinnya saja sudah pandai berbohong dan tidak bisa memegang amanah? Mereka jelas pintar, karena dengan kepintarannya itu mereka bisa membodohi kita selaku rakyat. Namun pintar saja tidak cukup, karena ilmu harus diimbangi dengan moral. Apa gunanya seorang pemimpin jika pintar, kaya, dan kharismatik namun nyatanya cacat moral? Setiap orang adalah pemimpin bagi dirnya sendiri. Dan jika kita tidak bisa memimpin diri sendiri, dapat dipastikan kita tidak bisa memimpin orang lain. Pastikan diri kita bisa memimpin diri ini. Dan lakukanlah kebiasaan baik, jika kita tidak ingin dibinasakan kebiasaan buruk. Semangat pagi


No comments