Melihat dan mendengar kesuksesan orang sering kali menggiurkan kita untuk bisa menyamai pencapaian mereka yang sukses. Namun diluar i...

Jadilah Pemenang

 
Melihat dan mendengar kesuksesan orang sering kali menggiurkan kita untuk bisa menyamai pencapaian mereka yang sukses. Namun diluar itu, kita lebih sering tertarik dan melihat pada hasilnya. Bukan pada bagaimana proses yang mereka lewati. Ketika mendengar kesuksesan orang lain kita seakan diiming-imingi dan berimajinasi merasakan kesuksesan yang mereka dapat. Tanpa pernah mau mendengar proses yang mereka lewati. Harus disadari, tidak ada kesuksesan yang dibangun secara instant. Jika pun ada, kesuksesan itu hanya akan bertahan sebentar.

Bersamaan dengan seringnya kita mendengar kesuksesan orang lain, seringkali pula kita mendengar keluhan orang-orang disekitar kita pada nasib mereka masing-masing. Terlebih mereka seringkali membanding-bandingkan nasib mereka dengan nasib orang lain. Mereka terus bertanya pada dirinya "kenapa orang lain bisa sukses, sedangkan saya tidak bisa?", "apa yang membuatnya bisa sukses?" dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Hal ini tentunya akan menjadi penyakit kronis jika tidak bisa mengobatinya dan atau jika tidak segera ditanggulangi. Esensinya kesuksesan itu adalah hak setiap orang, namun milik mereka yang bersungguh-sungguh. 

Orang-orang yang gagal sesungguhnya tidaklah gagal jika mereka telah mencoba. Karena sejatinya gagal adalah ketika kita diam kita mengkambinghitamkan keadaan atas ketidaksuksesan kita. Terlebih disaat kita takut memulainya karena kita kurang memiliki nyali. Tidak sedikit orang yang menyalahkan waktu, partner, nasib, hingga menyalahkan segalanya. Faktanya jika kita berpikir, kesuksesan itu adalah tangungjawab diri kita sendiri bukan tanggung jawab orang lain. Sejatinya kunci kegagalan adalah ketika kita sudah merasa paling pintar diantara yang mereka yang lain. Milikilah mental pemenang (orang sukses). Mereka pantang menyerah, selalu mau belajar, bertanggung jawab pada kehidupannya, taqwa, soleh/soleha, dan ahli sedekah. Bisakah kita seperti mereka? Jawabannya ada pada diri kalian masing-masing. Dan ingat, orang yang paling berjasa pada kesuksesan diri kalian, adalah diri kalian sendiri. Bukan orang lain. Saya fazar firmansyah. Semangat pagi.

0 komentar: