Benci terhadap suatu hal atau seseorang adalah hal wajar, namun akan menjadi tidak wajar jika kebencian tersebut tumbuh secara berlebih...

Fans Yang Tertunda


Benci terhadap suatu hal atau seseorang adalah hal wajar, namun akan menjadi tidak wajar jika kebencian tersebut tumbuh secara berlebihan. Membenci apa yang tidak kita sukai adalah wajar, dan menyukai apa yang kita benci adalah karena belajar. Ya. Kita bisa menyukai apa yang kita benci ketika kita mampu memahami. Hampir sebagian dari kita pasti pernah membenci orang lain karena sebuah alasan, begitupun mereka yang membenci kita karena sebab tertentu. Bisa jadi kita dinilai kurang oleh mereka, dan bisa pula kita menilai mereka kurang segalanya dari kita. Kebencian akan tumbuh dari ego dan gengsi pada diri kita hingga ia menjerumuskan kita pada kesombongan. Kebencian tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah, namun hanya akan menciptakan maslaah baru.

Begitupun dengan hater. Mereka (hater) adalah orang yang membenci kita, namun dibalik itu semua mereka tahu tentang diri kita. Dari sebatas hanya ingin tahu hingga tahu persis tentang diri kita. Bisa dibilang hater adalah fans yang tertunda. Karena dibalik kebencian mereka, tersimpan rasa keingintahuan tentang diri kita. Namun tak perlu dipusingkan keberadaan mereka, dan tak perlu dirisaukan eksistensi mereka. Karena mereka bukanlah musuh kita, melainkan refleksi diri kita. Kenapa begitu? Jika seseorang membenci kita karena kita dinilai kurang dalam beberapa hal, harusnya kita berpikir dan belajar dari kekurangan yang kita miliki. Dan berterima kasihlah pada hater yang telah mengingtkan kita pada kekurangan yang kita miliki. Mungkin jika mereka tidak menghina, menghujat, dan mengolok-olokan kita, kita akan terus berdiam diri di zona nyaman hingga terlena dengan segala kelebihan kita. Dan kita akan melupakan segala kekurangan yang kita miliki. Tanpa hater kita tidak akan pernah berintrospeksi diri. 

Terlepas dari itu semua, jadikanlah hinaan, hujatan, dan olok-olokan mereka menjadi motivasi kita untuk belajar dan terus belajar akan kekurangan kita. Orang lain bisa membenci karena mereka tidak tahu dengan jelas karakter kita. Jangan jadikan kebencian menjadi habit jika kita tidak ingin menjadi hater. Karena pembenci tidak akan lebih baik dari yang dibencinya. Saya Fazar Firmansyah. Semangat pagi!

0 komentar: