Cerita yang diposting kali ini bagi kalian mungkin dirasa fiktif, namun dibalik fiktif tersebut kita bisa memetik hikmah yang bisa m...

Pacaran Menurunkan Pasaran






Cerita yang diposting kali ini bagi kalian mungkin dirasa fiktif, namun dibalik fiktif tersebut kita bisa memetik hikmah yang bisa menyadarkan kita semua untuk lebih berpikir luas dan terbuka. Alkisah kita lihat ke TKP. :)

Kisah berawal dari seorang pemuda tanggung yang sedang menaiki bus bersama seorang temannya. Untuk mengisi waktu kosong yang membosankan, mereka akhirnya saling bertukar cerita. Karena memang, mereka senang bertukar cerita dan bertukar pikiran tentang suatu hal yang ada di sekitarnya. Meskipun demikian, mereka memiliki karakter dan pemikiran yang berbeda.

Pemuda1 : Lihat didepan sana ada cowok sedang berpelukan dengan pacarnya.
Pemuda2 : Memangnnya kenapa?
Pemuda1 : Apa kau tidak tertarik untuk berpacaran seperti cowok itu?
pemuda2 : Aku hanya tertarik jika jodohku (cewek) bisa menghindar dariku.
Pemuda1 : Apa maksudmu?

Pemuda2 : Cewek jaman sekarang sudah buta karna kata-kata cinta dari pasangannya. mereka sama sekali tak keberatan bila disentuh oleh pasangannya karna mereka pikir pasagannya akan jelas menikahinya, namun tidak demikian, dalam hubungan pasti terjadi yang namanya konflik, konflik lah yang akan memisahkan mereka.

Pemuda1 : Lalu?

Pemuda2 : Harga diri cewek yang sedang pacaran lebih rendah dibandingkan harga diri seorang pelacur, pelacur jika ingin berhubungan maka sang pasangan harus membayarnya. Namun dalam berpacaran, sang pasangan dapat mendapatkan gratis tanpa membayar jika ingin berhubungan. Terlebih lagi jika bergonta ganti pasangan

Cerita ini bukan sekedar provokasi melainkan hanya mengingatkan dan menyadarkan agar kita semua tidak terjebak dalam kemerosotan moral. 

Semoga bermanfaat. :)


0 komentar: