Setiap orang boleh menilai orang lain. Dan orang yang ditilai, berhak membela dirinya sendiri. Lihatlah diri kita sebelum menilai orang...

Kita Boleh Menilai, Mereka Berhak Membela


Setiap orang boleh menilai orang lain. Dan orang yang ditilai, berhak membela dirinya sendiri. Lihatlah diri kita sebelum menilai orang lain. Karena boleh jadi orang lain lebih mulia daripada kita. Dan jangan menilai orang lain hanya dari tampilan luarnya saja. Don't judge the book by its cover. Kita (manusia) hanya bisa menilai apa yang terlihat oleh kita, dan apa yang tidak terlihat oleh kita itu urusan penilaian Allah terhadap makhlukNya.

Namun seringkali kita menilai seseorang hanya dari tampilan luarnya saja dan dari apa yang disekitarnya. Bisa jadi apa yang ada disekitar kita sekarang (teman, keluarga, harta dan benda) menjadi bahan penilaian orang lain pada kita. Satu hal yang pasti, jangan sampai kita tertipu oleh tampilan luar sesuatu atau seseorang. Seringkali kita tertipu dengan tampilan orang lain karena yang kita nilai darinya hanyalah fisiknya. 

Tidak perlu iri dengan apa yang dimiliki orang lain dan tidak perlu dengki dengan pencapaian sukses orang lain. Yang harus kita lakukan adalah mensyukuri apa yang kita miliki saat ini dan belajar dari pencapaian kesuksesan orang lain. Karena seseorang bisa disebut "kaya sejati" jika dia mampu mengKAYAkan orang lain. Namun kaya saja tidak cukup jika kita tidak bisa menjadi pribadi yang soleh/soleha. SO, jadilah orang kaya yang soleh/soleha dan sukses dengan cara-cara yang mulia. "kaya soleh, sukses mulia".

:)

0 komentar: