Header Ads

ad

Sebuah Kepastian Dalam Ketidakpastian


Berbicara tentang ketidakpastian, hampir semua orang tidak menginginkan ketidakpastian. Setiap orang menginginkan kepastian, namun mereka sendirilah yang mengubah kepastian itu menjadi ketidakpastian. Dalam setiap ketidakpastian mengandung resiko lebih besar dibanding dengan kepastian. Konon dalam buku Ippho Santosa yang berjudul "Percepatan Rezeki", kata risk (resiko) itu berasal dari kata rizki (rezeki). :D Ya. Semakin besar resiko yang ditanggung, semakin besar pula rezeki yang didapat. Dan semakin kecil resiko yang didapat, semakin kecil pula rezeki yang didapat. Anda percaya? Hanya orang-orang yang yakin pada kemampuannya dan selalu mengandalkan Allah yang akan mempercayainya. Semoga Anda termasuk orang-orang itu.

Sebagai contoh, dengan tidak mengurangi rasa hormat. 
# Pekerjaan seorang office boy, adakah resikonya? Mungkin ada, tapi kecil. Begitupun rezekinya sama sesuai dengan resikonya.
# Pekerjaan seorang general manager, adakah resikonya? Ada dan besar resikonya. Begitupun rezekinya. Besar sesuai resiko yang ditanggungnya.
# Pekerjaan seorang pilot, tentu resikonya pun besar sesuai dengan rezekinya.

Bagaimana dengan si Rizki? Bagi Anda-anda yang memiliki teman atau saudara bernama Riski tolong kasih tahu dia, karena hidup dia penuh dengan resiko. Dan mudah-mudahan penuh juga dengan rezekinya. :D

Ketidakpastian itu sendiri adalah rahmat, jika kita bisa memahaminy dan berprasangka baik pada Allah. Bisa kita lihat:
# Jika sesuatu itu tidak pasti seperti (rezeki, jodoh, maut, dll), maka kita (manusia) akan lebih optimal dalam berikhtiar dan beribadah
# Kita bayangkan, jika jodoh kita telah kita ketahui secara pasti, apakah kita masih akan berusaha mencarinya?
# Bayangkan jika rezeki kita sudah kita ketahui jumlahnya, apakah kita masih mau bekerja? Masih mau shalat dhuha?
# Bayangkan lagi jika maut sudah kita ketahui waktu dan tempatnya. Apakah kita masih mau bertaubat kepadaNYA?

Contoh lain dikehidupan kita adalah ketika kampung kita aman dan tentram, yang kita lakukan adalah bersantai-santai, membaca buku, bercengkrama, atau tidur-tiduran. Tetapi ketika kampung kita diguncang gempa, maka siapa pun diantara kita langsung sibuk melarikan diri keluar rumah sambil mulut komat-kamit berdzikir, membaca do'a, atau bershalawat. Dari peristiwa diatas kita bisa menyimpulkan bahwa ketidakpastian itu mengandung rahmat yang akan membuat kita lebih optimal dan maksimal dalam berikhtiar dan beribadah. 

Bagaimanapun juga, Allah menjanjikan rezeki yang tidak disangka-sangka (tidak pasti) bagi mereka yang berikhtiar, berdo'a, beramal, dan bertawakal. So, bersabarlah dalam mendapatkan rezeki yang dipenuhi oleh ketidakpastian ini.

Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. 
(QS. Ath Thalaaq: 2-3)

No comments