Impian merupakan do'a karena didalamnya tedapat harapan dan permintaan. Namun impian akan menjadi khayalan jika kita tidak menjempu...

Memantaskan Diri Mendapatkan Impian


Impian merupakan do'a karena didalamnya tedapat harapan dan permintaan. Namun impian akan menjadi khayalan jika kita tidak menjemput dan merealisasikannya. Setiap orang memiliki impiannya tersendiri, baik itu impian besar ataupun kecil. Tak peduli dari golongan atas ataupun bawah, semuanya memiliki impian dan sudah menjadi hak mereka masing-masing. Namun dari impian tersebut hanya satu impian yang sama dari masing-masing mereka, impian itu adalah menjadi LEBIH BAIK dari sekarang. mereka memiliki impian menjadi lebih baik dalam kehidupannya baik dari segi ilmu maupun materi. 

Namun apakah impian cukup membuat semuanya menjadi nyata? Dibutuhkan niat yang sejalan untuk mewujudkan impian. Kesungguhan dan yakin pada Allah yang Maha Pemberi adalah modal kepercayaan kita dalam mewujudkan impian tersebut. Kita boleh saja bermimpi menjadi presiden, memiliki mobil mewah, menjadi pengusaha sukses seIndonesia, dan lain sebagainya. Tapi apakah impian itu pantas dengan pribadi kita sekarang?

Jika kita ingin menjadi presiden, sudahkah kita mampu mempimpin diri kita dengan baik, benar? Sudah bisakah kita tegas dengan diri kita sendiri?
Jika kita ingin memiliki mobil mewah, sudahkah kita memiliki SIM? Bisakah kita mengendarainya? Mampukah kita membayar pajak kendaraan tersebut? Mampukah kita merawat mobil tersebut?
Jika kita ingin menjadi pengusaha ternama, sudahkah kita menjadi pribadi yang kaya ilmu? Sudah kuatkah mental kita? Bisakah kita mengatur diri sendiri dan orang lain? Bisakah kita mempengaruhi diri sendiri dengan pengaruh baik? 

Kita contohkan jika kita ingin membeli mobil mewah seharga 500 jutaan. Namun kita tidak memiliki uang untuk membeli mobil tersebut secara tunai. Dan untuk mendapatkan mobil tersebut kita hanya mampu membelinya secara kredit dengan angsuran 10 juta/bulan selama 3 tahun. Pertanyaannya mampukah kita menabung 10 juta perbulan dengan keadaan kita sekarang untuk membeli mobil tersebut secara kredit? Impian boleh besar tapi jangan lupakan realitas. Jika kita ingin mendapatkan impian pantaskan dahulu diri kita untuk mendapatkan impian tersebut.

Perbaiki diri sebelum mendapatkan impian yang kita impikan supaya ketika impian datang kita pantas mendapatkannya dan siap mendapatkannya. Sebab yang dinilai Allah bukanlah hasil yang diraih tetapi proses dalam meraihnya.

Semoga bermanfaat.

0 komentar: