Lagi-lagi untuk kesekian kalinya uang dijadikan kambing hitam bagi mereka yang beralibi melakukan tindakan kriminalitas yang didasari o...

Lagi-lagi Uang Jadi Kambing Hitam


Lagi-lagi untuk kesekian kalinya uang dijadikan kambing hitam bagi mereka yang beralibi melakukan tindakan kriminalitas yang didasari olehnya. Seakan tidak ada habisnya pemberitaan dimedia-media elektronik yang meliput tindak kriminalitas yang dilatarbelakangi motif ekonomi terutama yang menyangkut utang. Nyawa seakan tidak ada harganya dibanding uang. Hanya gara-gara iri, utang membengkak, ingin warisan, dan motif lain, seseorang nekat menghabisi nyawa orang lain bahkan saudara sedarahnya sendiri. Hal ini terjadi karena mereka telah menuhankan uang. Dalam benak mereka, uang adalah segalanya. Hingga mereka tak tahan dengan harta dan tidak tahan tanpa harta.

Tidak arif jika kita mengkambinghitamkan uang sebagai penyebab semuanya. Sebab uang berada pada posisi netral. Sama halnya dengan pisau bermata dua, uang bisa menguntungkan dan bisa menjadi bumerang bagi kita. Semuanya kembali lagi kepada ilmu yang didasari iman & taqwa. Kurangnya ilmu dan minimnya imtaq membuat mata hati kita tertutup hanya karena uang. Orang yang berilmu tahu bagimana dia bersikap, sedangkan mereka yang tidak berilmu tidak akan tahu bagaimana dia bersikap.

Apalah arti uang jika kita tidak memiliki ilmu dan sikap yang berkualitas dalam menggunakannya. Uang pasti akan ada habisnya dan kita sendirilah yang harus menjaganya. Sedangkan jika kita memiliki ilmu, ilmu itulah yang akan menjaga kita. Sebelum kita memulai sesuatu pikirkanlah dampak yang akan terjadi setelahnya, jangan sampai kita menyesal setelah melakukannya. Ingat! mengandalkan manusia dan menuhankan Tuhan selain Allah hanya akan membuat kita celaka. Come on! Back to Allah, Allah again, and always Allah.

Semoga bermanfaat

0 komentar: