Header Ads

ad

Jangan Ngebut Menjemput Jodoh

 
Bagi mereka yang masih single (belum menikah) mungkin terpikirkan dalam benaknya tentang jodoh yang ideal bagi mereka masing-masing. Manusia memang diciptakan berpasang-pasangan agar kita bisa saling melengkapi satu sama lain dan mengingat kebesaran Allah. Sebagaimana:
QS. Adz Dzaariyaat (51): 49
Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.
 
Hampir semua dari kita menginginkan jodoh yang baik walau terkadang mendekati sempurna. Bagi mereka perempuan menginginkan jodoh yang soleh begitupun bagi mereka laki-laki menginginkan jodoh yang soleha. Ekspektasi yang berlebihan, banyaknya tuntutan, dan standarisasi yang tinggi akan mendapatkan jodoh yang ideal terkadang membuat kekhawatiran bagi kita dalam memutuskan pendamping hidup. Kita ingin mendapatkan jodoh (pasangan hidup) yang terbaik dan ter- semuanya, terkaya, tersoleh/soleha, tercantik/tertampan, dan lain sebagainya. Sebelum menaruh harapan tinggi tersebut, sudahkah kita bertanya pada diri kita:
"Sudah baik kah diri kita?"
"Sudah pantaskah dan pantaskah kita memiliki jodoh yang sesuai dengan yang kita inginkan?"
"Jika kita menginginkan yang terbaik, apakah kita sudah menjadi & termasuk yang terbaik?"
 
Berikut ada curahan dari seseorang yang sedang memantaskan dirinya untuk menjemput jodoh.
Aku adalah lelaki itu, yang akan meminang kau kelak. Umurku sudah cukup untuk menjemputmu ke pelaminan. Tapi aku sadar, butuh restu untuk semuanya. Bukannya aku tidak sayang untuk saat ini, namun aku lebih sayang Allah. Walau banyak seusiaku sibuk mencari pacar, tapi aku ingin menjemput jodoh. Aku single bukan berarti tidak laku, aku single karena ingin kita selamat. Tidak menjadikanmu seorang pacar bukan berarti tidak menaruh rasa hormat dan sayang padamu. Tetapi memperlakukanmu dengan sopan dan mengingatkanmu disaat alpa adalah rasa hormatku dan sayang sebagai saudara seiman. 

Terkadang aku malu pada diri ini. Menginginkan jodoh terbaik, namun diri belum terbaik. Bukan soal ketidak adilan dalam hal ini. Hanya kesiapan diri untuk menjadikanku jodoh terbaik yang Allah pilihkan. Paras dan hartamu bukan dasar penyelemat, tapi agamamulah yang akan membuatmu selamat. Bukankah wanita baik untuk lelaki yang baik pula? Sebelum aku menjemputmu, kita pantaskan diri untuk menjadi yang terbaik agar kita siap saat dipertemukan kelak. Semoga kesabaran ini membuatmu mengerti akan maksud ini. 

Sebelum kita menjemput jodoh, pantaskanlah diri kita untuk menjadi pribadi yang baik dan benar. Karena terkadang kita sibuk memantaskan diri dihadapan manusia bukan pada Allah. Sudahkah kita memantaskan diri untuk Allah yang menciptakan cinta? Sudahkah kita melakukannya dengan ikhlas karenaNya?

Be the best. Do good do well. :)

Semoga bermanfaat


No comments