Header Ads

ad

Empati Dulu Baru Simpati


Apakah benar bumi itu bulat? Jika ya, darimana kita tahu bumi itu bulat? Apakah kita sudah melihatnya dengan mata kepala kita sendiri dan membuktikan kebenarannya secara realitas? Untuk membuktikannya kita tentunya harus pergi meninggalkan bumi ini menggunakan apolo sekalipun. :D Apa warna tembok luar rumah Anda? Bagaimana bentuk desain eksterior rumah Anda? Seperti apa bentuk pagar rumah Anda? Tentunya untuk melihat bagian eksterior rumah kita, kita terlebih dahulu harus keluar dari dalam rumah kita dan melihatnya dari luar rumah. 

Seperti itulah jika kita ingin mengetahui diri kita seperti apa, kita harus menilainya dari luar (bukan dari diri sendiri). Harus bisa berempati kepada orang lain. Sebab empati lebih sulit daripada simpati. Jika kita memiliki perusahaan, pikirkan dan rasakanlah apakah pelayanan kita terhadapa pelanggan dan karyawan sudah memuaskan? Atau malah mengecewakan? Caranya adalah jika kita menjadi seorang atasan perusahaan, rasakanlah seakan-akan kita menjadi karyawan karena sebelum menjadi atasan kita pun pernah merasakan menjadi karyawan. Apakah andil dan kontribusi karyawan kita telah kita hargai dengan benar-benar atau tidak? Jika kita punya pelanggan, coba sekali-kali kita menjadi pelanggan dari usaha kita. karena dengan begitu kita akan tahu bagaimana pelayanan dari perusahaan kita kepada pelanggan. Apakah kita sudah mendapatkan pelayanan yang maksimal sebagai pelanggan atau apakah kita sudah memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan sebagai pelayan atau tidak?

Keluar dari zona kenyamanan memang sulit, tapi jauh lebih sulit lagi jika kita terus berada di zona kenyamanan tanpa mau melihat & berpikir keluar. Berpikir karena tidak selamanya kita berada di zona kenyamanan. Seperti kata pepatah "hidup itu seperti roda yang terus berputar". Lihatlah apa yang ada diluar. Karena masih banyak hal yang lebih menarik diluar sana untuk kita pelajari. 

Semoga bermanfaat :)


No comments