Header Ads

ad

Berpikirlah Sebelum Berucap



Lidah itu laksana seekor binatang buas, bila dilepaskan pasti membunuh (Ali bin Abi Thalib)
 Jika kamu ingin memperbaiki hatimu maka jagalah lidahmu (Ahmad Al-Athaki)

Mulutmu harimaumu. Mulutmu ibarat pedang. Lidahmu seperti busur panah, sekalinya dilepas tidak akan bisa ditarik kembali. Begitulah pepatah mengatakan dan menyatakan bahwa hal terebut adalah realitas. Ucapan kita itu ibaratkan paku yang kita tancapkan pada kayu. Semakin banyak kita membuat sakit hati orang lain karena ucapan kita, semakin banyak pula paku yang kita tancapkan pada sebuah kayu terebut. Dan jika kita meminta maaf atas ucapan kita pada mereka yang tersakiti, ibaratkan dengan kita mencabuti satu persatu paku yang tertancap pada kayu tersebut. Memang kayu tersebut akan menjadi bersih dari paku-paku, namun lihatlah berapa banyak bekas tancapan paku yang telah dicabut? Begitupun dengan kita meminta maaf pada mereka yang tersakiti. Walaupun kita telah dimaafkan, tetapi luka yang telah kita buat pada mereka akan membekas bagi diri mereka.

Terkadang pepatah yang mengakatakan "diam itu emas" memang lebih baik jika kita tidak bisa menjaga lidah kita. Kita bisa saja lupa dengan apa yang telah kita ucap pada orang lain, tapi bagi mereka yang telah mendengar bahkan tersakiti karena ucapan kita, mereka tidak akan pernah lupa dengan ucapan kita. Maka dari itu jagalah lidah kita. Sebab ada pepatah mengatakan lidah itu lebih tajam dari samurai. Sesuatu yang tampak bisa terlihat dari yang tidak tampak. Jika kita menuangkan kopi dari sebuah teko ke dalam gelas, maka yang akan keluar dari teko tersebut pun adalah kopi. Jika hati kita lembut dan bersih, maka ucapan kita pun akan sejalan dengan hati kita.

Your word is your sword. Berpikirlah sebelum berucap, jika kita tidak ingin menyesal karenanya.

No comments