Kita hidup bukan dizaman batu lagi dan kita bukan manusia purba yang hanya mengandalkan hukum rimba yang selalu menggunakan kekua...

Yang Lemah Yang Mudah Terprovokasi

 
 
Kita hidup bukan dizaman batu lagi dan kita bukan manusia purba yang hanya mengandalkan hukum rimba yang selalu menggunakan kekuatan fisik untuk menyelesaikan setiap permasalahan. Namun pada kenyataannya, meskipun kita hidup dizaman modern dengan perkembangan teknologi yang pesat, masih saja terdapat manusia-manusia purba yang hidup dizaman modern ini. Mengapa dikatakan demikian? Sebab apa yang dilakukan manusia purba sama sekali berbeda dengan apa yang dilakukan manusia sempurna. Manusia sempurna adalah mereka yang memiliki akal untuk berpikir sebelum bertindak. Karena melalui akal itulah kita menjadi manusia sempurna yang berbeda dengan makhluk lainnya khususnya binatang. Apa jadinya jika akal kita tidak digunakan? Apa bedanya dengan binatang jika kita tidak bisa mengendalikan hawa nafsu dan amarah kita?

Dalam menyelesaikan permasalahan, kita butuh solusi. Kemarahan bukanlah solusi meskipun dengan kemarahan bisa menyelesaikan masalah. Kemarahan bisa menyelesaikan masalah namun dengannya kita tidak akan tahu dampak yang akan terjadi jika kita melakukannya. Dan dampak yang paling besar jika kita menyelesaikan masalah dengan kemarahan adalah malu. Malu baru kita rasakan ketika kita telah tersadar dari kemarahan. Akhir-akhir ini ada berita tentang bentrok yang terjadi antar kelompok. Boleh jadi bentrok kelompok tersebut diakibatkan karena kurangnya ilmu. Kenapa penyebabnya karena kurangnya ilmu? Sebab kelompok itu mudah terprovokasi dan fanatisme yang membutakan mata dan hati mereka. Mereka mudah percaya pada apa yang mereka yakini tanpa dipikirkan terlebih dahulu dan mengumpulkan fakta-fakta untuk membuktikan apa yang mereka yakini itu benar. mata dan hati mereka seolah telah tertutup oleh keyakinan mereka yang belum terbukti kebenarannya. Dan ketika fanatisme itu muncul dalam diri mereka, timbullah diskriminasi daerah dan suku yang bisa memecah belah rasa persatuan & kesatuan. Padahal nyatanya mereka semua bersaudara, dan sesama saudara harusnya saling menguatkan bukan saling memecah belah.
 
Dari apa yang dipaparkan kali ini, kelompok yang paling lemah bukanlah mereka yang memiliki jumlah yang paling sedikit. Tapi kelompok yang paling lemah adalah mereka yang selalu disuapi dan mudah diprovokasi sehingga mereka mudah diadu domba. Mudah disuapi disini adalah mudah dipengaruhi, namun oleh pengaruh yang tidak dipikirkan terlebih dahulu apakah pengaruh itu akan berdampak baik atau buruk untuk dirinya. 

So, ketika kita mendapat permasalahan janganlah mudah tersulut atau terprovokasi sebelum kita memiliki dan mengumpulkan fakta-fakta untuk membuktikan kebenarannya. Carilah solusinya dengan merenungkan, berpikir sebelum bertindak, dan bertawakal (berserah diri pada Allah). Tidak ada masalah yang tidak terselesaikan, sebab Allah tidak akan menguji manusia diluar batas kemampuannya. Jadilah manusia sempurna jangan mau untuk menjadi manusia purba atau bahkan manusia percobaan. :)

Semoga bermanfaat


2 komentar:

  1. MANTABS SEKALI DAN SANGAAT SETUJU SAYA DENGAN TULISAN ANDA..HEBAT..
    IJIN COPAS YA..

    BalasHapus
  2. Terimakasih telah mampir di blog saya. Silahkan :)

    BalasHapus