Header Ads

ad

Tenggelamnya Kebaikan Dalam Keterasingan



Menjadi pribadi baik memang sulit, tetapi lebih baik menjadi pribadi baik meskipun itu sulit. Dalam pandangan kita, terkadang kebaikan itu selalu luntur karena gengsi. Banyak dari kita orang yang mau berbuat baik disebut sok suci. Sehingga orang yang baik dan suci selalu menjadi kelompok kecil dibandingkan dengan mereka yang fasik yang selalu menjadi kelompok besar. Orang-orang yang baik (suci & bersih hatinya) ironisnya seringkali dikucilkan, menjadi bahan olok-olokan, dan bahkan dianggap aneh (asing). Padahal orang yang memperolok-olok tersebutlah yang akan menjadi orang asing dihadapan Allah kelak di hari pembalasan.

Banyaknya manusia yang mudah terseret dan tergoda untuk mengikuti hawa nafsunya membuat orang-orang baik saat ini menjadi sedikit dalam skala minoritas. Padahal kebanyakan hawa nafsu itu sendiri cenderung menyeret dan mengajak kita pada perbuatan hina. Terlebih hawa nafsu seksual. Pada saat ini kita bisa lihat berapa banyak jumlah orang-orang yang baik dibanding dengan mereka yang fasik. Seakan menjadi hal lumrah dalam berbagai pemberitaan tentang kasus-kasus koruptor, tipu menipu di struktur pemerintahan maupun perniagaan. Di negeri ini, perilaku korup itu sendiri sudah seperti penyakit kanker stadium lanjut. Ada yang sadar dengan perbuatan korupnya tapi tidak bisa meninggalkannya lantaran sudah menjadi kebiasaan. Awalnya mereka tidak bisa, namun lama kelamaan mereka bisa kemudian menjadi terbiasa, setelah terbiasa mereka merasa biasa-biasa karena telah menjadi kebiasaan.

Dalam hal inilah kebaikan bisa membentuk karakter kita. Oleh sebabnya biasakan dan lakukanlah kebiasaan baik sedini mungkin dari hal terkecil, termudah, dan jangan ditunda-tunda. Menjadi pribadi baik adalah pilihan hidup. Manusia memang makhluk yang mustahil terhindar dari peruatan kotor. Tapi bukan mustahil untuk kita meminimalisirnya. Dan jika kita tidak bisa meminimalisirnya, kita akan akrab dengan yang namanya perbuatan dosa. Penampilan luar seseorang tidaklah cukup untuk kita tilai. Sebab orang yang berpakaian rapi, kantor ekslusif, dan kendaraan mewah sekalipun tidak bisa menjamin perilakunya baik. 

Maka dari itu, lebih baik menjadi baik walau dalam keterasingan. Sebab dengan menjaga diri dan tetap istiqomah kita bisa menjadi pribadi yang baik dan benar. Jangan malu untuk berbuat baik dan menjadi pribadi baik. Tapi malulah jika kita berbuat fasik. Sebab apa yang kita lakukan selama kita hidup, akan dipertanggung jawabkan kelak dihadapan Allah.

Semoga bermanfaat :)

1 comment:

  1. Keterasingan jika muka kita hitam kita putihkan dengan cream pemutih wajah kezia skin expert di http://www.creamperawatanwajahkezia.com

    ReplyDelete