Header Ads

ad

Fatamorgana Dalam Realitas



Waktu satu jam yang digunakan untuk mencemaskan suatu hal, akan lebih melelahkan dibandingkan satu jam untuk beraktivitas berat. Kalimat tersebut adalah kalimat yang pernah saya baca dan bisa dikatakan fakta jika kita telah membuktikannya. Dan hal itu terbukti ketika kita mencemaskan sesuatu, disadari atau tidak pikiran, waktu, dan energi kita akan terkuras habis olehnya. Padahal apa yang kita cemaskan belum tentu kita harapkan. Ketika kita menginginkan harapan yang kita impikan, kita selalu mencemaskan hasilnya. Yang pada akhirnya hasil yang buruk tidak bisa kita terima dengan ikhlas. 

Kecemasan terjadi karena kekhawatiran berlebih yang mengakibatkan kegelisahan. Ketika kita tidak memiliki rezeki, belum menemukan jodoh, dan lain sebagainya kita dihinggapi rasa cemas karena kekhawatiran. Khawatir akan komentar orang lain ataupun idealisme diri sendiri. Padahal sejatinya tidak ada yang perlu dicemaskan. Jika kita ingin rezeki memintalah pada yang Memberi rezeki. Jika belum berjodoh mintalah pada yang Membuatkan jodoh. Segala yang kita miliki pasti kita butuhkan, tidak perlu kita mengkhawatirkannya secara berlebih. Sebab Allah Maha Mengetahui makhlukNya. Tidak ada larangan bagi kita untuk memiliki impian. yang dilarang adalah jika kita terus berkhayal. Sebuah impian akan menjadi kenyataaan jika kita mengupayakannya dengan sungguh-sungguh dan mau melihat realita yang ada. Memiliki impian yang tinggi tentu boleh, asalkan kita tahu kapasitas kita.

Dalam merealisasikan impian tidak ada yang instan. Sebab impian kita harus sebanding dengan usaha kita dalam merealisasikannya. Dan jika impian kita tidak berbanding lurus dengan usaha kita dalam artian impian lebih besar dibanding tindakan (usaha), sama halnya kita terjaga dalam lamunan yang akan menjadikan kita hanya sebagai seorang pemimpi. Wake up! Kita boleh memiliki impian, tapi kita tidak boleh melupakan realita dan usaha dalam meraihnya.

Jangan terlalu mencemaskan masa depan, sebab masa depan itu ghaib. Jangan pula terlarut dalam penyesalan dimasa lalu, sebab masa lalu adalah pembelajaran. Syukurilah saat ini, sebab apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan dihari esok. :)

No comments