Header Ads

ad

Miskin Bukan Untuk Minder, Kaya Bukan Untuk Gaya



Bagimana, sudah sukses? Sukses nih? Kapan sukses? Wah sudah sukses nih? Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang sering saya dapatkan, terlebih dari teman-teman seperjuangan. :D Banyak orang yang sukses tetapi mereka lupa darimana mereka berasal, banyak pula yang masih belum sukses (miskin) dan tidak pernah mensyukuri apa yang mereka miliki. Namun bagi beberapa orang, kesuksesan hanya bisa diukur dari jumlah materi ataupun tingginya jabatan. Padahal bisa mengendalikan hawa nafsu, dan bisa bersyukur dalam kondisi apapun itu termasuk sebuah kesuksesan bagi dirinya sendiri.

Kesuksesan tidak harus & tidak hanya diukur dari materi saja. Sebagai contoh, jika kita masih belum sukses (miskin) baik itu miskin pengalaman ataupun yang lainnya, jangan jadikan itu sebagai rasa minder. Tetapi jadikanlah itu semua menjadi motivasi menuju sukses. Sebab jika kita berhasil melawan rasa minder, kita pun telah mendapatkan kesuksesan awal. Dan jika kita telah sukses (kaya), jangan jadikan itu semua untuk gaya-gayaan, untuk menyombongkan diri, atau untuk menyudutkan orang lain. Sebab harus diingat, sebelum kita mendapatkan kesuksesan pun kita pernah merasakan miskin, baik itu miskin ilmu, pengalaman, harta, dsb.

Sukses butuh pengorbanan untuk mengalahkan rasa malas. Harta bukanlah segalanya. Harta tidak mejamin kebahagiaan, tetapi dengan harta kita bisa lebih membahagiakan orang-orang disekitar kita. Sebagai contoh: Jika kita memiliki harta yang cukup, kita bisa: pergi haji, bersekolah, makan, mencukupi kehidupan lainnya. Sedangkan jika kita memiliki harta yang lebih, kita bisa: memberangkatkan haji orangtua/saudara, mendirikan sekolah, memberi makan fakir miskin, dan mencukupi kehidupan orang lain.

Tidak ada gunanya memikirkan apa yang orang lain miliki, lebih baik mensyukuri apa yang kita miliki. Rasa minder adalah awal dari kemunduran. Perlu diingat bahwa kita sebagai manusia memiliki derajat yang sama, bukan harta, tahta, ataupun yang lainnya yang diukur oleh Allah, tetapi ketaqwaan kita masing-masinglah yang membedakan antara satu manusia dengan manusia lainnya. :)

Semoga bermanfaat

No comments