Header Ads

ad

Lebih Sering Menolong atau Ditolong?

Manusia adalah makhluk sosial, karenanya kita tidak bisa hidup seorang diri. Kita membutuhkan orang lain untuk membantu hal yang tidak bisa kita lakukan sendiri. Namun pertanyaannya, sudahkah Anda menolong orang lain? Apakah motivasi menolong Anda hanya karena ada embel-embel imbalan? Atau karena dari hati Anda sendiri? Jawabannya tentu hanya diri Anda sendiri yang mengetahuinya.

Menolong memang perbuatan mulia yang menunjukkan seorang penolong memiliki kebesaran hati dan mental yang berkualitas. Bersyukurlah jika disaat Anda mendapatkan kesulitan masih, ada yang mau menolong Anda. Tidak perlu berprasangka buruk terhadap orang yang mau menolong Anda. Terkadang mata hati kita tertutup karena kita sering berprasangka buruk terhadap orang lain. Dan hal itulah yang menambah atau bahkan membuat sulit hidup kita. Orang yang mau menolong kita adalah orang yang peduli pada kita. Tidak perlu berpikiran apakah orang itu menolong kita dengan ikhlas atau tidak. Karena yang tahu kadar keikhlasan pada diri kita hanyalah Allah. Percayalah bahwa setiap perbuatan pasti akan mendapatkan balasan.

Ketika kita kesulitan dan meminta bantuan kepada orang lain, maka hargailah usaha orang lain yang akan membantu kita. Dengan begitu maka penolong pun merasa diberi apresiasi dan tentunya tidak akan bosan menolong Anda. Satu hal yang harus kita sadari disaat kita membutuhkan pertolongan adalah kesadaran akan kemampuan yang dimiliki kita. Disaat kita tidak memiliki kemampuan untuk melakukan hal seorang diri, maka jika kita meminta pertolongan atau bantuan kepada orang lain, jangan pernah menganggap remeh bahkan menyalahkan orang lain disaat apa yang mereka lakukan untuk kita tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Karena dengan begitu kita tidak bisa menunjukkan sikap kedewasaan kita. Bersyukurlah karena mereka telah membantu kita. Dengan kita menyalahkan pertolongan mereka, mereka pun akan kecewa dan mungkin malas untuk menolong kita.

Dari ketikkan yang mungkin belum tersusun rapi di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa menolong lebih mulia daripada ditolong dan hargailah orang yang menolong kita. Sebab dengan menyalahkan atau mungkin menghardik orang yang menolong kita, tidak akan membuat mereka salut dan simpatik kepada kita, yang ada mereka akan merasa benci dan bahkan mungkin malas untuk menolong kita lagi. Saling tolong menolonglah dalam kebaikan untuk kebenaran walau hanya mendapatkan ucapan "Terima Kasih". :)

Semoga bermanfaat :)

2 comments:

  1. halo. bagaimana klo konteksnya seperti ini ya? jika qt sedang tidak dalam kesulitan, namun orang lain ada yg memaksa untuk menolong qt. apa yang harus qt lakukan, krn dalam kacamata aq, aq harus menjaga kehormatan orang tua aq yg aq rasa diremehkan oleh sang penolong klo si penolong mencoba membantu. terima kasih atas tanggapannya.

    ReplyDelete
  2. :) Saling tolong menolonglah dalam kebaikan. Semoga amalan kita dalam menolong mereka, bisa menjadi tabungan amal baik kita kelak

    ReplyDelete