Maraknya tayangan kriminalitas di media-media membuat kita selaku masyarakat khawatir dan harus selalu waspada dimanapun kita berada. Hampi...

Keramahtamahan Itu, Masih Ada!

Maraknya tayangan kriminalitas di media-media membuat kita selaku masyarakat khawatir dan harus selalu waspada dimanapun kita berada. Hampir setiap hari ada berita tentang tindak kriminalitas di berbagai daerah. Bahkan tidak jarang para pelaku kriminalitas dalam melakukan aksinya tidak memandang usia, gender, ataupun status sosial. Lantas dari peristiwa tersebut haruskah kita menghilangkan keramahtamahan kita hanya untuk bersikap waspada dan curiga?

Keramahtamahan merupakan budaya dan ciri bangsa kita. Keramahtamahan menunjukkan kepedulian kita terhadap lingkungan sosial. Namun seiring berkembangnya zaman, budaya keramahtamahan itu seakan tergerus oleh sikap-sikap individualisme dan sikap-sikap anarkis. Hal ini bisa berakibat lunturnya nilai keramahtamahan itu karena kita terperangkap kedalam rasa saling curiga dan keegoisan. 

Pudarnya budaya keramahtamahan bisa kita lihat di kota-kota yang telah terpengaruh globalisasi. Berbeda dengan di daerah-daerah pinggiran kota (Desa) yang belum terpengaruh globalisasi,budaya keramahtamahan masih dipertahankan. Hal itu terlihat pada masyarakatnya yang memiliki tingkat interaksi sosial yang begitu kental. Mereka selalu menunjukkan keramahtamahannya, bahkan mereka tidak sungkan untuk menyapa ataupun melempar senyum kepada orang-orang meskipun orang yang belum atau tidak dikenalnya. Hal inilah yang harus menjadi acuan kita untuk bisa mempertahankan budaya tersebut. Satu hal yang harus diperbaiki, Bersikaplah ramah dan berpikirlah positif tanpa perlu memikirkan apa yang didapat dari orang lain.

Semoga bermanfaat :)


http://sosbud.kompasiana.com

0 komentar: