Jika ditanya kasih sayang siapa (sesama makhluk) yang tulus dan tidak pernah berhenti sepanjang masa? Maka Kasih Ibu- lah jawabannya. Dia s...

Teruntuk Ibu

Jika ditanya kasih sayang siapa (sesama makhluk) yang tulus dan tidak pernah berhenti sepanjang masa? Maka Kasih Ibu-lah jawabannya. Dia sosok perempuan yang selama ini memahami kita penuh dengan kasih sayang. Guru yang selalu ada untuk kita, yang dengan tulus, tanpa pamrih dan sabar mengajari kita hingga kita seperti sekarang. Dia bagai malaikat tak bersayap yang selalu menjaga, melindungi, dan mendoa'kan kita setiap waktu. 

Sebanyak apapun harta yang kita miliki, kita tidak akan pernah bisa membayar jasa-jasanya. Dia tidak pernah berharap kasih sayangnya dibayar. Dialah orang yang telah memberikan kita tempat (ruang) selama 9 bulan di dalam rahimnya. Rasa lelah dan letih ketika melangkah, rasa berat dan sakit ketika melahirkan seakan tidak dirasakannya. Dengan kasih sayangnya dia selalu memberikan yang terbaik bagi kita.

Tahukah Kalian? Di saat ibu ingin melahirkanmu, sebelah kakinya berada di bumi sebelahnya lagi di kuburan. Betapa besar pengorbanan ibu, berjuang hidup dan mati disaat melahirkan kita.

Ibu, maafkan aku! Aku tiak bisa membalas setiap keringatmu atas kasih sayangmu padaku!
Aku ingin menangis, tapi ku menahan
Karena aku sadar, engkau tidak butuh mata air aku, tapi engkau butuh mata air do'a untukmu
 I Heart You Mom!

Semoga kita bisa meniru sifat (kasih sayang) seorang ibu dan kita bisa lebih menyayangi dia, karena sudah selayaknya kita pun memberikan yang terbaik untuknya. She's My Everything. You're My True Love. Dialah wanita yang pertama yang pantas dan harus kita hormati dan sayangi.

Memuliakan orang tua, tidak hanya berusaha mnencukupi keperluan lahir & hatinya, tetapi juga bejuang agar keduanya menjadi ahli surga. Semoga kita semua sadar dan bisa merasakan perjuangan dia selama ini kepada kita. Dan semoga kita semua termasuk kedalam golongan anak soleh/soleha. Aamiin.

1 komentar:

  1. Oh bunda ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku

    BalasHapus